Menu

16 Sep 2020, 17:34 WIB

Viral Batu Berpola Garis Beragam Bentuk di Gununguruh Sukabumi, Penemu Tunggu Penelitian

Warga Kampung Padaraang, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi temukan batu bergaris yang disebut batu bersejarah. | Sumber Foto: Sukabumiupdate.com/CRP8

SUKABUMIUPDATE.com - Warga Kampung Padaraang, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi menemukan puluhan batu unik dengan motif bergaris. Batu tersebut ada di bukit lahan perkebunan pribadi milik Ace (35 tahun) yang masih merupakan warga Kampung Padaraang.

Saat ditemui sukabumiupdate.com, Rabu (16/9/2020), pemilik lahan, Ace mengaku pertama kali menemukan bebatuan tersebut sembilan bulan yang lalu. Mulanya, Ace menemukan bebatuan itu muncul di atas permukaan tanah saat ia sedang membersihkan kebun.

Warga Kampung Padaraang, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi temukan batu bergaris yang disebut batu bersejarah. | Foto: CRP 8

Saat digali, Ace kaget lantaran melihat struktur dan bentuk batu yang tak seperti biasanya. Selain itu, Ace menyebut untuk batu berukuran kecil saja beratnya tidak seperti batu biasa. Ia lanjut menggali dan menemukan puluhan bebatuan dengan bentuk yang sama.

"Awal mulanya membersihkan dulu, sudah gitu ada kelihatan sedikit-sedikit muncul batu, terus saya gali. Enggak tahunya ditemukan seperti ini batunya. Batunya tersebar kurang lebih dua hektare," ujar Ace kepada sukabumiupdate.com.

Ia mengaku sempat bertanya kepada beberapa warga. Ace mendapat beragam tanggapan. Ada yang menyebut bahwa batu itu adalah batu bersejarah bekas reruntuhan kerajaan, sampai ada yang menyebut itu adalah situs megalit seperti Gunung Padang.

Warga Kampung Padaraang, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi temukan batu bergaris yang disebut batu bersejarah.Foto: CRP 8

"Untuk informasi pastinya masih belum tahu. Sekarang masih mencari tahu. Ada yang bilang bahwa ini mitosnya adalah semacam patilasan Kerajaan Padjadjaran. Sempat posting di medsos untuk mencari informasi soal batu-batu ini. Kalau ada yang mau penelitian, silahkan saja," tandas pria murah senyum ini.

Sebagai informasi, untuk mengakses lokasi bebatuan bergaris ini warga bisa melewati Jalan Raya Cicantayan dengan patokan kantor Desa Sukadamai. Dari situ, ada jalan masuk yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua, dan akan bertemu jalan tanah.

Reporter : CRP 8
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Sukabumi kembali merilis update perkembangan terbaru penanganan Covid-19, Minggu (20/9/2020). Dalam update tersebut, di akhir pekan ini tak ada laporan penambahan...

SUKABUMIUPDATE.com - Data Satuan Tugas atau Satgas Penanganan Covid-19 mencatat ada penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 3.989 pada Ahad, 20 September 2020. Hal ini membuat total kasus di Indonesia...

SUKABUMIUPDATE.com - Sebanyak 89 personel Satpol PP Kabupaten Sukabumi diterjunkan dalam tim Gabungan Operasi Yustisi Covid-19. Kepala Satpol PP Kabupaten Sukabumi Acep Saepudin, mengatakan, Satpol PP tergabung bersama TNI, Polri...

SUKABUMIUPDATE.com - Beberapa jam lalu sebuah video evakuasi para korban kecelakaan Bus Sudiro Tunggal Jaya di Tol Cipali beredar di media sosial. Video ini nampak diambil beberapa menit setelah...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya