//
Menu

27 Agu 2020, 15:22 WIB

Pasca Kejadian Jembatan Gantung Putus di Sukabumi, Dua Orang Luka Berat

Jembatan Gantung Cibereum penghubung Kecamatan Warungkiara dan Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto: Sukabumiupdate.com/Nandi

SUKABUMIUPDATE.com - Jembatan Cibeureum, akses penghubung dua kampung, yakni Kampung Bojongkerta, Desa Kertamukti, Kecamatan Warungkiara dengan Kampung Cibeureum, Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi hingga kini masih belum bisa digunakan.

Jembatan yang memiliki panjang sekitar 70 meter dengan lebar 1,2 meter itu menjadi sorotan setelah belasan orang yang melintas tercebur ke Sungai Cicatih pada Senin (24/8/2020) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, akibat tali sling jembatan terputus.

BACA JUGA: Dugaan Penyebab Putusnya Jembatan Gantung di Sukabumi Saat Dilintasi Belasan Warga

Jembatan terbuat dari rangkaian besi dengan penyangga tali sling, dan pijakan bambu. Material sling dan besi nampak sudah berkarat.

Kepala Desa Kertamukti, Dede Kusnadi mengatakan, sebelum kejadian tali sling terputus, 17 orang warga Kampung Cibereum, Desa Cimangu, Kecamatan Cikembar melintas, namun hanya 11 orang yang tercebur dan 6 orang lainya belum sempat masuk lintasan jembatan.

"Dari 11 orang itu, dua orang mengalami luka ringan, dua orang mengalami luka berat. Satu orang luka berat masih dirawat di rumah sakit Bandung, yang satu orang lagi mengalami patah tangan sudah di rawat ke orang ahli. Sisanya alhamdulillah selamat," kata Dede saat diwawancarai, Kamis (27/8/2020).

Jembatan Gantung Cibereum penghubung Kecamatan Warungkiara dan Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. | Foto: Nandi

Masih kata Dede, Jembatan Gantung Cibereum dibangun sekitar tahun 1991 dan sudah empat kali mengalami kerusakan pada bagian sling penyangga, namun tidak sampai menimbulkan korban seperti saat ini.

"Kondisi penyangga jembatan memang kondisinya sudah lama tidak di perbaiki sehingga selingnya terlihat berkarat dan sudah rapuh. Jembatan ini dibangun dari swadaya masyarakat dua kampung ini, dan merupakan akses jalan yang selalu digunakan masyarakat karena menghubungkan akses perekonomian terdekat ke Warungkiara," terangnya.

Reporter : NANDI
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - PT Kereta Api Indonesia membuka pemesanan tiket kereta api jarak jauh dari Jakarta untuk periode H+30 atau hingga 31 Desember 2020. Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi 1...

SUKABUMIUPDATE.com - Adjo Sardjono, calon Bupati Sukabumi nomor urut 1 dirawat di RSUD Sekarwangi Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (29/11/2020). Dalam beberapa foto yang diterima sukabumiupdate.com, Minggu malam, memperlihatkan Adjo sempat...

SUKABUMIUPDATE.com - Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 Tahun 2020 yang diteken pada 26 November 2020 secara resmi membubarkan 10 lembaga nonstruktural. 10 lembaga tersebut antara lain Dewan Riset Nasional, Dewan...

SUKABUMIUPDATe.com - Petunju legendaris Mike Tyson berjanji untuk naik ring lagi setelah duel delapan ronde melawan Roy Jones Jr di Staples Center Los Angeles, Sabtu berakhir imbang. "Saya bisa melakukan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya