Menu

07 Jul 2020, 23:46 WIB

Nasi Buncis, Bihun dan Ayam, Puskemas Nagrak Sukabumi Ambil Sampel Keracunan Massal

Puluhan warga Kampung Selaawi RT 39/08 Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi dilaporkan mengalami keracunan massal. | Sumber Foto: Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Puskesmas Nagrak kembali mencatat penambahan jumlah warga terdampak keracunan massal di Kampung Selaawi, Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Selasa (7/7/2020).

BACA JUGA: Korban Keracunan Massal di Nagrak Sukabumi Bertambah, Belum Ada yang Dirujuk

Kepala Puskesmas Nagrak, Yuyun Wahyuni mengatakan, data terbaru mencatat 85 warga yang terdampak.

"Yang masih ada di sini (Puskesmas Nagrak) sebanyak 12 orang. Kemudian dirujuk ke RS Sekarwangi 8 orang. Sisanya dipulangkan tapi dalam pemantauan," ujarnya kepada awak media.

BACA JUGA: Keracunan Massal di Nagrak Sukabumi dari Menu Aqiqah, Warga: Banyak Ambulans Lalu Lalang

Yuyun melanjutkan, gejala awal pasien keracunan meliputi mual, pusing, muntah, dan ada beberapa orang yang mengalami diare ringan.

"Gejala mulai timbul Senin (6/7/2020) malam selasa sekitar pukul 20.00 WIB. Dugaan sementara keracunan dari makanan di acara aqiqah. Dimana dalam makanan itu yang teridentifikasi adalah buncis, nasi, bihun dan ayam," imbuhnya. 

BACA JUGA: Keracunan Massal di Nagrak Sukabumi, 15 Orang Dibawa ke Puskesmas

Masih kata Yuyun, tim Puskesmas Nagrak sudah melakukan evakuasi dan penanganan awal dengan pemberian cairan serta obat. Beberapa warga terdampak keracunan juga masih ada yang diobservasi.

"Untuk sampel sudah kita amankan. Tim kita sudah melakukan penyelidikan epidemiologi, walaupun data belum lengkap mungkin besok dilanjut. Kita sudah koordinasi dengan Muspika maupun dengan Dinas Kesehatan. Posko sudah dibuka di lokasi," tandasnya.

Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Soal dugaan klaster Covid-19 , juru Bicara Patra Jasa Rina Martha membenarkan adanya penghentian sementara pembangunan Graha Pertamina.  Mengutip Tempo.co, penghentian dilakukan karena ada prosedur protokol kesehatan yang...

SUKABUMIUPDATE.com - Kapal Rusia MV Rhosus memulai pelayarannya membawa 2.750 ton amonium nitrat dari pelabuhan di Batumi, Georgia dengan tujuan akhir Mozambik di satu hari tahun 2013. Mengutip Tempo.co, kapten...

SUKABUMIUPDATE.com - Penyanyi Widi Mulia tak nampak saat Dwi Sasono diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2020). Menurut pengacara aktor 40 tahun ini, personel B3 tersebut sibuk dengan...

SUKABUMIUPDATE.com - Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 dipastikan bakal mendapat uang insentif sebesar Rp 1 juta sebagai pengganti biaya bensin atau ongkos ketika melakukan pemeriksaan. Ketua Tim Peneliti dari Fakultas...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya