Menu

14 Peb 2020, 22:45 WIB

Reaksi IJTI Korda Sukabumi Raya Soal Wartawan Diusir Saat Liputan Kebakaran 

Wartawan Net TV digiring keluar oleh satpam saat meliput kebakaran pabrik kosmetik PT Kino Indonesia, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jumat (14/2/2020). Hal serupa dialami wartawan lainnya, mereka disuruh keluar. | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Kejadian pengusiran wartawan atau jurnalis saat meliput kebakaran di pabrik kosmetik PT Kino Indonesia, disayangkan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Sukabumi Raya. 

Pengusiran wartawan oleh petugas keamanan atau satpam pabrik terjadi saat wartawan Net TV Panji Apriyanto yang berada di dalam pabrik untuk mengambil gambar bangunan yang terbakar, Jumat (14/2/2020). Padahal Panji sudah melengkapi diri dengan id card dan baju kerjanya. Hal serupa dialami wartawan lainnya, ketika sedang meliput mereka disuruh keluar oleh satpam.

BACA JUGA: Wartawan Diusir Saat Liput Kebakaran Pabrik Kosmetik di Cikembar Sukabumi

"Menyayangkan adanya pengusiran yang dilakukan oleh satpam yang diperintahkan management PT Kino Indonesia saat para jurnalis akan melakukan peliputan kebakaran," ujar Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Sukabumi Raya Apit Haeruman, kepada sukabumiupdate.com.

Apit menjelaskan, pada saat itu para wartawan sudah mendapat izin dari orang yang diketahui berada di pos keamanan dan saat masuk pun para wartawan bersama-sama Kapolsek Cikembar. Namun saat itu, diwakilkan oleh beberapa jurnalis yang masuk karena tidak diperbolehkan semua jurnalis masuk ke dalam pabrik.

BACA JUGA: Pabrik Kino di Cikembar Sukabumi Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Sehingga sebagian wartawan pun tetap menunggu di dekat gerbang pintu masuk perusahaan. Namun yang terjadi di dalam pabrik wartawan mendapat pengusiran.

"IJTI Korda Sukabumi Raya intinya mengecam atas tindakan itu, karena kita dalam tugas peliputan dilindungi undang-undang. Terlebih lagi kondisi kebakaran itu juga sudah menyebar dan viral di media sosial," jelasnya.

Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Bidang Ekonomi dan SDA BAPPEDA Kabupaten Sukabumi, Jalaludin Mukti menyatakan, 2019 merupakan tahun dengan laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sukabumi yang paling bagus. Saat itu laju pertumbuhan...

SUKABUMIUPDATE.com - Data statistik Johns Hopkins University Medicine mencatat Indonesia menempati urutan ke-23 kasus sebaran COVID-19 secara global dari 188 negara yang sudah terpapar virus tersebut. Dilansir dari Tempo.co, berdasarkan...

SUKABUMIUPDATE.com -  Singapura menjadi negara yang menduduki peringkat teratas berdasarkan Indeks Ketahanan Pangan Global, mengalahkan Indonesia di peringkat 62. Dilansir dari Suara.com, hal tersebut dikatakan oleh Guru Besar Fakultas Pertanian...

SUKABUMIUPDATE.com - Kabar yang mengatakan adanya tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Cicurug, Kabupaten Sukabumi, terkonfirmasi positif Covid-19, dibantah pihak puskesmas. Kepala Puskesmas Cicurug, Dini Desti Susanti mengatakan, pihaknya hanya melakukan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya