Menu

14 Peb 2020, 20:15 WIB

Kebakaran Pabrik Kosmetik di Cikembar Sukabumi, Karyawan Terjebak Asap

Petugas pemadam kebakaran melakukan pemadaman api di lokasi kebakaran pabrik kosmetik PT Kino Indonesia, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jumat (14/2/2020). | Sumber Foto:Syahrul Himawan

SUKABUMIUDPATE.com - Pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) menyatakan, ada karyawan yang terjebak asap pada peristiwa kebakaran  di pabrik kosmetik PT Kino Indonesia, Desa Kerjaraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jumat (14/2/2020).

Beruntung, karyawan tersebut berhasil diselamatkan. "Hanya terjebak hanya asap saja, karena panik tapi Alhamdulillah selamat," ujar Kepala Damkar Kota Sukabumi Hendar Iskandarsyah.

BACA JUGA: Jadi Tontonan, Warga Siarkan Kebakaran Pabrik Kosmetik di Cikembar Sukabumi di Medsos

Hendar memastikan tak ada korban dalam kejadian ini. "Petugas selamat dari pengelola pun tak ada yang terluka," jelasnya.

Menurut Hendar, 11 unit kendaraan damkar diturunkan untuk memadamkan api. Damkar yang dikerahkan ini dari Kota Sukabumi empat unit kemudian dari Kabupaten Sukabumi lima unit dan dibantu damkar milik PT SCG serta damkar GSI, masing-masing satu unit. Selain 11 mobil damkar dibantu mobil suplai air.

BACA JUGA: Wartawan Diusir Saat Liput Kebakaran Pabrik Kosmetik di Cikembar Sukabumi

Hendar, menyatakan, untuk dugaan penyebab kebakaran merupakan kewenangan kepolisian. 

"Untuk prediksi api berawal dari mana kita belum bisa prediksi karena itu kewenangan kepolisian. Yang pasti tadi sekitar pukul 13.30 WIB kita terima berita terjadinya kebakaran salah satu gedung produksi PT Kino Indonesia. Kita dari kota langsung BKO meluncur ke PT kino," jelas  Hendar.

Menurut Hendar, api membakar gedung dua lantai. Adapun yang terbakar itu lantai atas sedangkan lantai bawah digunakan untuk packaging yang banyak terdapat kardus.

BACA JUGA: Kebakaran Pabrik PT Kino Cikembar Sukabumi, Bangunan Berisi Alkohol dan Kimia Bahan Kosmetik

Hendar mengungkapkan, di lokasi kebakaran ada ledakan yang diprediksi dari bahan kimia. "Kita prediksi itu peralatan produksi yang didalamnya ada bahan kimia," tukasnya.

Pantauan sukabumiupdate.com, pada pukul 19.30 WIB masih terlihat asap mengepul dan petugas serta kendaraan pemadam kebakaran masih berada di area pabrik untuk melakukan pendinginan.

Reporter : SYAHRUL HIMAWAN
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, mengatakan tak akan seluruh masyarakat Indonesia mendapat vaksin Covid-19. Rencananya, pemerintah akan memberi vaksin kepada 173...

SUKABUMIUPDATE.com - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan rapat koordinasi persiapan pengundian nomor urut, kampanye dan pembatasan dana kampanye bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi Tahun 2020,...

SUKABUMIUPDATE.com - Teh barley populer di kawasan Asia Timur. Teh ini memiliki cita rasa panggangan dan sedikit pahit, yang kadang dipakai dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Teh barley dikenal memiliki...

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kota Sukabumi kian gencar mengingatkan masyarakat terkait protokol kesehatan. Bersama para pemuka agama, Pemkot Sukabumi melakukan penanganan Covid-19 dengan menggencarkan protokol kesehatan melalui gerakan 3M yakni...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya