Menu

23 Jan 2020, 18:14 WIB

Bangkai Cacing Laut di Bagalbatre Ujung Genteng Sukabumi, DPRD Jabar Kontak KKP

Detil binatang mirip cacing luat yang mati membusuk memenuhi pesisir pantai Ujunggenteng Sukabumi, Kamis (23/1/2020) | Sumber Foto:ISTIMEWA

SUKABUMIUPDATE.com – Bangkai binatang menyerupai cacing laut membuat heboh warga pesisir Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Untuk memastikan apa yang terjadi di pesisir selatan Sukabumi ini, anggota Komisi 2 DPRD Jawa Barat langsung melaporkan fenomena ini pada Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Hal ini diungkapkan anggota Komisi 2 DPRD Jabar asal daerah pemilihan Sukabumi, Lina Ruslinawati kepada sukabumiupdate.com melalui pesan singkat Kamis (23/1/2020). “Saya baru tahu, informasinya akan diteruskam ke KKP,” ungkap Lina.

Politisi Partai Gerindra ini berharap fenomena ini segera terjawab untuk memberikan ketenangan kepada warga pesisir Ujunggenteng. “Infonya baru pertama terjadi di kawasan Bagalbatre Ujunggenteng, untuk itu perlu pengecekan dan penelitian. Kenapa binatang mirip cacing itu terdampar di laut Ujung Genteng,” pungkasnya.

Anggota komisi 2 DPRD Jawa Barat dapil Sukabumi, Lina Riswanawati

Seperti diberitakan sebelumnya,  Warga pesisir Ujung Genteng Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, pagi ini Kamis (23/1/2020) dikejutkan bau busuk yang tercium dari arah laut. Ternyata, pantai Bagalbatre dipenuhi mahluk kecil panjang mirip cacing berwarna merah yang sudah berlendir, mati dan membusuk. 

BACA JUGA: Bangkai Diduga Cacing Laut Penuhi Pesisir Bagalbatre Pantai Ujunggenteng Sukabumi, Bau!

Fenomena mahluk laut mirip cacing ini ditemukan di sepanjang pesisir Bagalbatre hingga Kalapacondong, sekitar satu kilometer. “Jadi bau pas dicek sama nelayan ternyata dari mahluk kecil mirip cacing ini. warna merah ada yang sudah menghitam busuk,” jelas Ketua Rukun Nelayan Ujung Genteng Asep Jeka kepada sukabumiupdate.com.

Sejauh ini belum ada penjelasan pihak berwenang dan ahli soal fenomena tersebut. Untuk mengantisipasi bau busuk yang menyengat warga pesisir kemudian mengubur bangkai binantang tersebut di pinggir pantai.

 

Redaktur : FIT NW
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Pedagang baju bekas atau Cimol di Kota Sukabumi, mengeluhkan dampak dari wabah Virus Corona atau Covid-19 terhadap pendapatan harian. Sebagian pedagang memilih menutup sementara usahanya, karena pembeli...

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Transportasi Singapura Khaw Boon Wan mengumumkan Terminal 2 Bandara Changi akan ditangguhkan selama 18 bulan ke depan. Dilansir dari suara.com, di depan anggota parlemen Senin (6/4/2020), Khaw...

SUKABUMIUPDATE.com – Hingga kemarin, gugus tugas Covid-19 Kabupaten Sukabumi sudah melakukan 2139 rapid test. Hasilnya 6 positif, 584 negatif dan 1549 masih dalam proses, dimana rapid test ini bukan...

Oleh: Milah Nurhasanah  (Mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Nusa Putra Sukabumi) Corona atau Covid-19 adalah virus yang pertama kali di temukan di kota Wuhan, China pada Desember 2019, tidak perlu waktu lama...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya