Menu

17 Jan 2020, 13:15 WIB

Kopi dan Makanan Direbut Lalat, Warga Waluran Sukabumi Protes Peternakan Ayam

Pemdes Caringinnunggal dengan pihak Kecamatan Waluran dan PuksemasWaluran melakukan pengecekan ke peternakan dan pemotongan ayam yang dikeluhkan warga karena bau dan jadi sumber lalat. | Sumber Foto:Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Warga Desa Caringinnunggal, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, memprotes peternakan dan tempat pemotongan ayam yang ada di desa tersebut. Warga pun melayangkan permohonan penutupan peternakan dan pemotongan ayam itu kepada pihak pemerintah diantaranya Pemdes dan BPD Caringinnunggal serta kecamatan Waluran.

Perwakilan warga sekaligus Ketua Karang Taruna Desa Caringinnunggal, Deden Hidayat, menyatakan alasan warga meminta penutupan peternakan ayam tersebut karena bau dan saat musim hujan, lalat yang diyakini berasal dari kandang ayam itu menyebar ke rumah-rumah warga.

BACA JUGA: Keluhkan Bau, Warga Sebut Irigasi Cicurug Tercemar Limbah Peternakan Ayam

"Kami sudah melayangkan surat yang ditujukan kepada Pemdes Caringinnunggal, BPD Caringinnunggal, pihak Kecamatan Waluran, Danposramil Waluran, Pospol Waluran, Puskesmas Waluran dan Satpol PP Kecamatan Waluran pada tanggal 15 Januari 2020), " jelasnya.

Menurut Deden, lalat dari peternakan itu masuk ke rumah-rumah warga dan hinggap pada makanan. Warga pun dibuat resah dengan kondisi tersebut karena khawatir lalat menimbulkan penyakit. "Sehingga mau makan dan mau ngopi itu berebutan dengan lalat," jelasnya.

BACA JUGA: Moratorium Peternakan Ayam, Bupati Sukabumi Akui Masih Ada Pengusaha Ajukan Izin

Menurut Deden, ada empat peternakan di Kampung Pasirbayur dan Kampung Rancamadun yang terdiri dari dua peternakan ayam potong dan dua peternakan ayam petelur. Kemudian di Kampung Padaherang terdapat dua tempat pemotongan ayam. 

"Jadi ada empat kandang ternak letaknya dekat dengan pemukiman bahkan ada ditengah-tengah permukiman, jarak ke permukiman 50 meter hingga 100 meter, " jelasnya.

BACA JUGA: Kebagian Bau dan Lalat, Ibu-ibu Kampung Nyalindung Geruduk Kandang Ayam di Cibadak

Menurut Deden, Pemdes dengan pihak Kecamatan Waluran dan Puksemas Waluran sudah melakukan pengecekan ke peternakan dan pemotongan ayam. Akan tetapi ditutup atau tidaknya, warga masih menunggu pihak terkait.

"Kami atas nama keluarga kena dampak, menginginkan ditutup saja," pungkasnya.

BACA JUGA: Pemilik Peternakan Ayam Sumber Serangan Lalat Tak Mau Hentikan Operasi di Surade Kabupaten Sukabumi

Sementara itu Camat Waluran, Prama Rezamudra mengatakan, sudah menindaklanjuti hal tersebut dengan menurunkan tim untuk mengecek ke petrenakan dan tempat pemotongan ayam tersebut

"Tim kesehatan telah melakukan pengujian kepadatan lalat di TKP tersebut, sampai saat ini tim kecamatan masih menunggu hasil kajian, pengujian dari tim kesehatan," pungkasnya.

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Kiper legendaris Spanyol, Real Madrid dan Porto Iker Casillas akan segera pensiun setelah mengumumkan bahwa dirinya mencalonkan diri sebagai presiden Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF). Dilansir dari...

SUKABUMIUPDATE.com - Status Facebook sebagai raja media sosial harus berakhir dan berpindah tangan pada 'anak angkatnya' sendiri, yaitu Instagram. Dikutip dari suara.com, Facebook cukup pintar meramal masa depan Instagram dengan...

SUKABUMIUPDATE.com - Ketika banyak orang di penjuru dunia tinggal di kota dengan berdesak-desakan, sebuah kota kecil di Italia, ini justru kekurangan penduduk. Dilansir dari tempo.co, namanya Teora, sebuah kota...

SUKABUMIUPDATE.com - Sejumlah lembaga swadaya masyarakat bidang konstitusi dan demokrasi mengusulkan pemerintah dan DPR merevisi UU Parpol, UU Pilkada, dan UU Pemilu dan membahasnya secara bersamaan. "Karena satu rangkaian penting...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya