Light Dark

Asal Sampah Plastik yang Kotori Pantai Kalapacondong Sukabumi, Ini Kata Nelayan

Sukabumi | 11 Jan 2020, 20:46 WIB

Asal Sampah Plastik yang Kotori Pantai Kalapacondong Sukabumi, Ini Kata Nelayan

Sukabumi | 11 Jan 2020, 20:46 WIB
Sampah plastik penuhi dermaga nelayan di Pantai Kalapacondong Sukabumi | RAGIL GILANG

SUKABUMIUPDATE.compantai kalapacondong di Desa ujung genteng Kecamatan Ciracap kabupaten sukabumi Jawa Barat dipenuhi sampah plastik. Serbuan sampah yang mengotori pesisir pantai ini diketahui terjadi sejak sepekan terakhir.

Tak hanya menganggu kenyamanan wisatawan karena kalapacondong adalah salah satu spot destinasi kunjungan pelesir. Sampah yang didominasi plastik ini juga menghalangi kapal-kapal nelayan untuk naik ke darat, karena ketebalan tumpukannya mencapai lebih dari 20 centimeter.

Dari pantauan sukabumiupdate.com, Sabtu (11/1/2020) hamparan sampah ini memanjang hingga lebih lima ratus meter, dari kawasan dermaga perahu nelayan hingga pantai pantai di sekitarnya. 

"Sampah yang didominasi dari bahan plastik, tersebar di pesisir Pantai Kalapa Condong, kondisi ini sudah hampir seminggu," ucap Salah satu nelayan, Abul (47 tahun) Kampung Kalapa Condong RT 3/1 Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, kepada sukabumiupdate.com.

Nelayan dan warga pesisir, ungkap Abul pernah membersihkan tumpukan sampah plastik ini, dikumpulkan di pesisir pantai. Namun beberapa hari kemudian sampah datang lagi dari laut terbawa gelombang dan angin kencang musim barat yang saat ini melanda pesisir selatan Sukabumi.

BACA JUGA: pantai kalapacondong ujung genteng Sukabumi Dipenuhi Sampah

“Semenjak musim hujan (musim barat), sampah ini tadinya mengapung ditengah laut. Kemudian didorong kembali ke darat karena adanya musim barat,” jelasnya.

Abul berharap, pemerintah memfasilitasi untuk membuang sampah-sampah ini dengan alat angkut. “Kalau hanya dikumpulin di darat nanti lama-lama kawasan ini bisa dipenuhi sampah, bahkan bisa sampah ke jalan, harus diangkut ke TPA,” pungkasnya.

 

Image

Fit NW

Redaktur

Image

RAGIL GILANG

Reporter