Menu

15 Des 2019, 16:52 WIB

Jumlah Korban Keracunan Massal di Nagrak Sukabumi Bertambah, Tiga Warga Dirujuk ke RS

Kondisi warga korban keracunan massal yang dirawat di Puskesmas Nagrak Kabupaten Sukabumi, Minggu (15/12/2019). | Sumber Foto:Syahrul Himawan.

SUKABUMIUPDATE.com - Jumlah korban keracunan massal di Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi terus bertambah. Data terkini yang direkap pihak kecamatan menyebut jumlah korban keracunan usai menyantap sajian acara mauludan ini mencapai 94 orang, sebagai besar dirawat di puskesmas, hanya tiga yang harus dirujuk ke rumah sakit karena memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Camat Nagrak Kurnia Lesmana mengatakan seluruh warga yang merasa ada gangguan kesehatan setelah menyantap makanan sudah ditangani secara medis. Dari 94 orang korban, 69 dirawat di Puskesmas Nagrak, 24 orang ditangani di posko, 2 dirujuk ke RSUD Sekarwangi dan 1 orang dirujuk Rumah Sakit Kartika.

BACA JUGA: Puluhan Warga Nagrak Sukabumi Keracunan Usai Muludan

“Yang ditangani puskesmas Nagrak 37 korban sudah dipulangkan, 32 korban lainnya masih dirawat," ujarnya kepada awak media, Minggu (15/12/2019).

Kurnia menambahkan kondisi para korban saat sudah berangsur membaik. Pihak puskesmas dan Dinas Kesehatan terus memantau kondisi warga korban keracunan.

BACA JUGA: Besek Isi Nasi, Bihun dan Daging Ayam, Kesaksian Korban Keracunan Sirnamekar Sukabumi

"Sampai besok kami masih akan memonitor," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga dari dua dua kampung di Desa Nagrak Utara dan Desa Cisarua mulai melaporkan gelaja keracunan pada Minggu padi tadi. Sebelumnya mereka datang ke acara Maulud Nabi Muhammad SAW yang digelar warga Kampung Baru Jagong, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (14/12/2019).

Reporter : SYAHRUL HIMAWAN
Redaktur : FIT NW
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Raksasa media sosial Facebook telah melakukan pembaruan terkini untuk aplikasi Messenger yang membatasi berapa kali pesan diteruskan. Sekarang, pengguna hanya bisa meneruskan pesan maksimal lima kali, dengan...

SUKABUMIUPDATE.com - Seorang perempuan berinsial LHI (23) diduga mejadi korban pelecehan seksual dan pemerasan saat menjalani rapid test Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta (Bandara Soetta), Minggu (13/9/2020) lalu. Saat itu,...

SUKABUMIUPDATE.com - Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi, menegaskan bahwa tidak ada lagi istilah penceramah bersertifikat. Kementerian Agama mengganti program kontroversial tersebut menjadi Program Penguatan Kompetensi Penceramah Agama. "Kami ingin...

SUKABUMIUPDATE.com - Bagi Anda yang membeli ponsel dari luar negeri, artikel ini dapat membantu Anda mengetahui cara mendaftarkan IMEI ponsel yang dibeli dari luar negeri. Apa itu IMEI? Nomor International Mobile...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya