Menu

05 Des 2019, 08:15 WIB

Pegang Senjata Tajam, ODGJ di Kalibunder Sukabumi Ngamuk dan Bawa Motor Warga

ilustrasi bawa golok | Sumber Foto:ISTIMEWA (suara.com)

SUKABUMIUPDATE.com - Hsn (32 tahun), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) warga Kampung Cijulang RT 02/01 Desa Mekarwangi, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi mengamuk. Amukan Hsn terjadi Rabu (5/12/2019) malam kemarin, menebar ketakutan karena membawa senjata tajam, merusak rumah warga dan fasilitas umum bahkan sempat membawa kabur motor milik tetangganya.

Amukan Hsn berhasil direda oleh warga dibantu aparat keamanan. “Orangnya saat ini masih berada di Puskesmas sudah ditangani tim medis dikasih penenang. Semalam sempat diamankan di polsek setelah ditangkap. Sekarang kita mau kordinasi dengan Panti Sosial Aura Welas Asih di Palabuhanratu,” jelas Camat Kalibunder, Chaerul Ichwan kepada sukabumiupdate.com, Kamis pagi (5/12/2019).

BACA JUGA: Buruh Pandai Besi di Kalapanunggal Dibacok ODGJ

Menurut Chaerul, Hsn mengalami gangguan jiwa sejak kecil dan tercatat sebagai pasien kejiwaan yang dipantau dan ditangani oleh Puskesmas Kalibunder. “Jika tenang dan bisa diajak berkomunikasi, namun hampir seminggu ini dia kambuh, puncak kejadian tadi malam,” sambung camat.

Dengan membawa senjata tajam (golok) Hsn mengamuk. Memutus aliran listrik ke sekolah, merusak rumah warga dan membawa kabur kendaraan roda dua milik warga. Hsn kemudian dikejar dan ditangkap oleh warga di wilayah Cimanggu.

BACA JUGA: Jika Ada ODGJ Ngamuk dan Berbahaya, Simak Tips Dari PSAWA Palabuhanratu 

“Rumah warga yang mengalami rusak ringan ada tiga unit, tidak ada korban luka lainnya,” tegas Chaerul.

Ia menambahkan bahwa Hsn sudah dikembalikan ke pihak keluarga, setelah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Kalibunder. “Sementara ini akan dilakukan pengobatan dulu oleh Puskesmas Kalibunder, dan Insa Allah kami pun sudah siap membantu apabila keluarga memberikan izin agar hsn ini direhabilitasi di Panti Sosial Aura Welas Asih,” tegasnya.

"Tadi juga sebelum dikembalikan ke keluarga, saat di Puskesmas, sudah kembali bisa diajak bicara, dan kami menekankan kepada pihak keluarga agar bisa menjaga perasaannya, jangan sampai tersentuh," pungkasnya.

 

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : FIT NW
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Polda DIY telah memeriksa 13 orang yang dianggap mengetahui tragedi susur sungai SMP 1 Turi di Sungai Sempor, Sleman. Dari pemeriksaan tersebut, polisi telah menetapkan satu orang...

SUKABUMIUPDATE.com - Masih banyak misteri tersimpan di laut dalam, termasuk dengan para penghuninya. Paling baru, peneliti dibuat kaget dengan penemuan cumi-cumi raksasa dan hiu bercahaya. Para peneliti yang tergabung dalam...

SUKABUMIUPDATE.com - Masyarakat di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi mengeluhkan listrik yang sering kali padam. Dalam sehari, bisa terjadi tiga kali padam. Sekali padam bisa sampai satu jam.  Menurut warga Kampung...

SUKABUMIUPDATE.com -  Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan satu orang Pembina Pramuka sekaligus guru di SMPN 1 Turi Sleman dengan inisial IYA sebagai tersangka kasus susur sungai. Status tersangka itu ditetapkan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya