Menu

Sabtu, 09 November 2019, 20:01 WIB

Tersiram Air Saat Kebakaran di Tipar Gede Kota Sukabumi, Fahmi: Diduga dari Toko Minyak

Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi saat diwawancarai di lokasi kebakaran Komplek Penampungan Pedagang Pasar Pelita, Jalan Tipar Gede, Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Sabtu (9/11/2019). | Sumber Foto:Oksa BC

SUKABUMIUPDATE.com - Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi sempat terkena semprotan air saat petugas pemadam kebakaran memadamkan api di lokasi kebakaran Komplek Penampungan Pedagang Pasar Pelita, Jalan Tipar Gede, Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Sabtu (9/11/2019).

"Tersiram enggak apa-apa, itu hal yang biasa," ujar Fahmi kepada sukabumiupdate.com saat berada di lokasi kebakaran.

BACA JUGA: Kebakaran Penampungan Pedagang Pasar Pelita Sukabumi, SPBU Ditutup Sementara

Lebih lanjut, Fahmi menjelaskan, sampai saat ini penyebab kebakaran masih ditelusuri. Namun informasi yang ia peroleh dari beberapa saksi, api bermula dari toko minyak yang sempat terbakar kecil disusul dengan ledakan.

"Tapi informasi pastinya sedang kita telusuri. Satu blok ini terbakar semua. Dalam satu blok rata-rata ada 30 kios. Jadi kemungkinan 30 kios yang terbakar. Ada macam-macam pedagang, tapi di blok ini katanya blok plastik," lanjutnya.

BACA JUGA: Kebakaran di Penampungan Pedagang Pasar Pelita Sukabumi, Saksi Dengar Ada Ledakan

Sejauh ini, masih kata Fahmi, dilaporkan tak ada korban jiwa. Jumlah kerugian material juga masih dalam proses penghitungan.

"Waktu kejadiannya ini kan menjelang tutup. Karena kejadiannya menjelang magrib. Sempat terkendala karena beberapa lokasi di sini pengisian airnya tidak bisa dilakukan karena debit airnya sedikit. Yang diterjunkan itu ada enam mobil damkar dari kota dan dua dari kabupaten," imbuhnya.

BACA JUGA: Wali kota Sukabumi Datangi Lokasi Kebakaran di Penampungan Pedagang Pasar Pelita

Pasca kebakaran di lokasi penampungan pedagang Pasar Pelita tersebut, Fahmi mengaku akan segera melakukan pemetaan setelah data-data lengkap ia dapatkan.

"Jadi ini semuanya kios aktif atau bukan. Kita akan lakukan pemetaan. Kerugian belum bisa diestimasi. Informasi lebih lengkap selanjutnya akan kami kabarkan," pungkas Fahmi.

Reporter : OKSA BC
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Akses jalan setapak penghubung antar kampung di Nyangkoek RT 04/02 Desa Bangbayang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi terputus setelah tertimbun material longsor pada Jumat (15/11/2019). BACA JUGA: Hujan Badai di...

SUKABUMIUPDATE.com – Sejumlah  tokoh pemekaran Jampang Jumat (15/11/2019) siang mendatangi kantor DPRD Kabupaten Sukabumi. Kedatangan mereka untuk menagih dukungan politik untuk pemekaran Jampang dari anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, khususnya...

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Denis Eriska, mengungkapkan, akan menerapkan strategi pengelolaan kebersihan melalui Gerakan Sukabumi Bestari (Bersih, Tertib dan Asri).   BACA JUGA: Pantai Loji...

SUKABUMIUPDATE.com - Seorang warga Kalideres, Jakarta Barat menjadi korban begal payudara. CY, perempuan berusia 29 tahun menjadi korban. Perlakuan tidak senonoh itu diduga dilakukan seorang pria berinisial MZ (30). Kapolsek...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya