Menu

06 Nov 2019, 16:28 WIB

Kualitas Jalan Desa Penghubung Antar Kampung di Kalapanunggal Sukabumi Disoal

Jalan desa penghubung dua kampung di Desa Kalapanunggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, rusak parah | Sumber Foto:Syahrul Himawan

SUKABUMIUPDATE.com - Jalan desa penghubung dua kampung di Desa Kalapanunggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, rusak parah. Jalan rusak sepanjang 400 meter ini menjadi penghubung kampung Sukamantri dengan Kampung Limusamis. Kondisinya berbatu menyebabkan banyak pengendara motor celaka.

Warga, Sukma (20 tahun) mengatakan, kerusakan pada jalan tersebut sudah lama. Menurut dia, beberapa waktu lalu, aparatur desa sempat meninjau lokasi tersebut namun hingga saat ini jalan tersebut belum juga diperbaiki.

BACA JUGA: Bak Sungai Kering, Tahun Depan Ruas Jalan Palayangan - Cibodas Sukabumi Dapat Perbaikan

Jalan berbatu dan menanjak serta banyak turunan tajam, keadaan ini membuat pengendara motor harus berhati-hati. "Saya sendiri juga merasa kesulitan ketika melintas jalan itu," ujar Sukma kepada sukabumiupdate.com, Rabu (6/11/2019).

Sementara, Ketua RW 06, Enda Suhendra menjelaskan, jalan ini begitu penting bagi warga dan setiap hari dilalui warga yang hendak beraktivitas. "Jalan ini sangat aktif," terangnya.

BACA JUGA: Truk Masuk Jurang di Jampang Kulon Dievakuasi, Warga Punguti Semen untuk Tambal Jalan Rusak

Menurut dia, dalam Musyawarah Dusun (Musdus) di Desa Kalapanunggal jalan tersebut direncanakan akan diperbaiki pada tahun anggaran 2017. Namun jalan rusak tersebut baru diperbaiki kurang lebih 11 bulan. 

Hanya saja dalam kurun waktu itu jalan rusak kembali. Ia menduga kontruksi bangunan yang diterapkan pada jalan tersebut tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan pihak desa. "Masa baru 11 bulan jalan sudah rusak lagi. Itu pasti bahan bangunannya yang kualitasnya biasa saja," tegasnya.

Sementara itu, Sekertaris Desa Kalapanunggal Asep Supriadi menjelaskan, kerusakan jalan tersebut disebabkan oleh air yang sering mengendap di ruas jalan hingga membuat kontruksi yang diterapkan di jalan itu terbawa arus ketika saat pembangunan.

BACA JUGA: Warga Sukaresmi Cisaat Blokade Jalan Rusak, Kadis PU: Ada Prosesnya

Berbeda dengan keterangan warga, Asep menyebut, jalan itu tidak begitu aktif digunakan warga karena kondisinya gelap bila malam hari. "Jalan itu sudah direnovasi dua kali mengunakan sistem rambat beton. Jalan itu jarang digunakan warga karena suananya mencekam dan disekelilingnya kan ditumbuhi pohon," katanya.

Rencana perbaikan kembali jalan tersebut sudah masuk Musdus di tahun ini. Namun untuk dilakukan atau tidaknya itu tergantung keputusan kepala desa hasil Pilkades. "Memang sudah masuk dalam Musdus, namun tergantung kelapa desa yang baru," tandasnya.

Reporter : SYAHRUL HIMAWAN
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Pedagang baju bekas atau Cimol di Kota Sukabumi, mengeluhkan dampak dari wabah Virus Corona atau Covid-19 terhadap pendapatan harian. Sebagian pedagang memilih menutup sementara usahanya, karena pembeli...

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Transportasi Singapura Khaw Boon Wan mengumumkan Terminal 2 Bandara Changi akan ditangguhkan selama 18 bulan ke depan. Dilansir dari suara.com, di depan anggota parlemen Senin (6/4/2020), Khaw...

SUKABUMIUPDATE.com – Hingga kemarin, gugus tugas Covid-19 Kabupaten Sukabumi sudah melakukan 2139 rapid test. Hasilnya 6 positif, 584 negatif dan 1549 masih dalam proses, dimana rapid test ini bukan...

Oleh: Milah Nurhasanah  (Mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Nusa Putra Sukabumi) Corona atau Covid-19 adalah virus yang pertama kali di temukan di kota Wuhan, China pada Desember 2019, tidak perlu waktu lama...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya