Menu

07 Okt 2019, 08:00 WIB

Sosok H Sukardi Pemilik Sumur Tua Tak Pernah Kering di Pasirpanjang Ciracap

Warga yang mengambil air dari sebuah sumur di Kampung Pasirpanjang RT 03/01, Desa Pasirpanjang, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Sumur tua ini tak pernah kering dan menjadi andalan warga saat musim kemarau. | Sumber Foto:Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Sumur tua yang tidak pernah kering di Kampung Pasirpanjang RT 03/01, Desa Pasirpanjang, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi tak lepas dari sosok almarhum H Sukardi. 

H Sukardi yang merupakan tokoh agama di Kampung Pasirpanjang mewakafkan tanah dimana sumur tersebut berada. Selain itu, di tanah wakaf tersebut H Sukardi membangun sebuah mushola.

BACA JUGA: Kedalaman 10 Meter, Sumur Tua di Pasirpanjang Ciracap Tak Pernah Kering Meski Kemarau

"Sumur tersebut merupakan wakaf dari H Sukardi, selain sumur ada juga mushola," kata salah satu anak almarhum H Sukardi, Suwandi (65 tahun), kepada sukabumiupdate.com, Minggu (6/10/2019).

Menurut Suwandi, selama musim kemarau melanda sumur tersebut tidak pernah kering. Pernah, kata Suwandi, kemarau melanda begitu lama hampir sembilan bulan namun sumur masih terus mengeluarkan air. "Kalau kedalamannya sampai terlihat air keluar, sekitar lima meter, tapi kalau sampai ke atas sama tembok mulut sumur tingginya ada 10 meter," jelasnya.

BACA JUGA: Warga Dua RT Antri Air dari Sumur yang Puluhan Tahun Tak Pernah Kering di Cibadak

Selain warga Kampung Pasirpanjang, warga dari kampung lainnya juga mengambil air dari sumur tersebut. Air digunakan untuk keperluan minum atau mandi. Namun kalau musim kemarau harus sabar mengantri karena warga yang mengambil air dari siang hingga malam. Karena banyaknya yang mengambil air maka harus sabar menunggu air terkumpul banyak di dalam sumur.

"Memang tidak seperti musim hujan, kalau sekarang harus menunggu sekitar 10 sampai 15 menit, biar air terkumpul dulu baru diambil sama timbaan ember," imbuhnya.

BACA JUGA: Video: Warga Desa Cikangkung Sukabumi Buat Sumur di Sungai Kering

Suwandi berharap, dibangun sarana penunjang lainnya seperti MCK dan toren penampung air yang lebih besar sehingga dapat memenuhi kebutuhan warga terhadap air. Terlebih banyak warga yang salat di mushola yang berada tak jauh dari sumur tersebut.

"Memang toren ada cuma kapasitasnya 100 liter, juga kasihan kalau ada tamu ibu-ibu yang ingin ke air sebab MCK tidak tersedia," pungkasnya.

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus berupaya dalam memutus penyebaran pandemi Covid-19 atau virus Corona. Salah satunya, yakni larangan memarkirkan kendaraan baik roda dua maupun roda empat di area...

SUKABUMIUPDATE.com - Epidemiolog Pandu Riono meragukan protokol Covid-19 di kantor yang dibuat Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto bakal dipatuhi. Dilansir dari tempo.co, ia berpatokan pada rendahnya tingkat kepatuhan masyarakat dalam...

SUKABUMIUPDATE.com - Seorang tenaga kesehatan (nakes) Kota Sukabumi berinisial A, harus menelan pil pahit saat dirinya dinyatakan sebagai pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalani isolasi di RSUD R Syamsudin...

SUKABUMIUPDATE.com - Pemberlakuan absensi shareloc live diberlakukan bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur di hari pertama masuk kerja, Selasa (26/5/2020). Shareloc live dikirim sejak pagi dan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya