Menu

Selasa, 17 September 2019, 11:37 WIB

Tak Masuk Ruang Inap RSUD Palabuhanratu, Tiga Korban Keracunan Simpenan Membaik

Korban keracunan massal Simpenan saat berada di IGD RSUD Palabuhanratu. Tiga warga Kampung Babakan, Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan yang dirujuk ke RSUD Palabuhanratu membaik. | Sumber Foto:Nandi

SUKABUMIUPDATE.com - Tiga korban keracunan massal Simpenan yang sempat masuk ruang IGD RSUD Palabuhanratu diperbolehkan pulang, Selasa (17/9/2019). 

Tiga korban keracunan yang dirujuk ke RSUD Palabuhanratu tersebut yakni Sonara (2 tahun), Susan (6 tahun) dan Deni (23 tahun). Mereka merupakan warga Kampung Babakan RT 18/ 04, Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA: Data dan Kondisi Korban Keracunan Massal Simpenan yang Dirawat di RSUD Palabuhanratu

Tiga orang ini dirujuk dari Puskesmas Simpenan ke RSUD Palabuhanratu pada Senin (16/9/2019) malam.

"Alhamdulillah kondisinya sudah mulai membaik yang anak-anak maupun yang dewasa. Tidak ada yang masuk ke ruang rawat inap, karena memang kondisinya sudah membaik," ujar Humas RSUD Palabuhanratu, Bili Agustian kepada sukabumiupdate.com.

BACA JUGA: Keracunan Massal Simpenan, Polisi Ambil Daging hingga Mie Keriting untuk Diteliti

Menurut Bili, saat masuk ruang IGD RSUD Palabuhanratu, kondisi tiga korban keracunan tersebut dalam keadaan baik. Kondisi tersebut, kata Bili, berbeda dengan korban keracunan massal Bantargadung. 

"Melihat kondisinya, saat datang obervasi juga sudah bagus berarti pasien baik, berbeda dengan yang korban warga Bantargadung datang ke RS kondisinya kebanyakan sudah drop. Alhamdulillah yang tiga orang ini sudah bisa pulang," tandasnya.

BACA JUGA: Bertambah, Korban Meninggal Akibat Keracunan di Bojonggaling Jadi Dua Orang

Sebelumnya, puluhan warga Kampung Babakan, Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan, mendadak mual, pusing hingga muntah. Kejadian tersebut usia menyantap makanan dari acara pernikahan yang digelar warga, Senin (16/9/2019).

Peristiwa keracunan massal yang dialami warga Kecamatan Simpenan ini terjadi setelah keracunan massal di Kecamatan Bantargadung. Warga Kampung Pangkalan, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, mendadak mengalami pusing, mual dan muntah-muntah setelah menyantap nasi uduk dari acara tahlilan 100 hari meninggalnya warga pada Selasa (10/9/2019). Akibat kejadian ini dua warga Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, meninggal dunia.

Reporter : NANDI
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Mobil ambulans bernopol F 9943 V milik Desa Caringinnunggal, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, mengalami kecelakaan saat membawa Jenazah. Ambulans tersebut menabrak tembok pondasi rumah di Cigaru, Desa Kertajaya, Kecamatan...

SUKABUMIUPDATE.com - Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasyid mengaku pihaknya sudah melakukan investigasi ke lapangan untuk menyelidiki penyebab keracunan massal yang terjadi di Kampung Babakan, Desa Mekarasih,...

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi menemukan fakta baru faktor penyebab keracunan massal di Kampung Babakan, Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan, Selasa (17/9/2019). Temuan didapat berdasarkan hasil identifikasi dan...

SUKABUMIUPDATE.com - Korban keracunan massal di Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi terus bertambah. Berdasarkan data sementara dari tim medis Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, sampai Selasa (17/9/2019) siang, jumlah...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya