Menu

10 Sep 2019, 22:02 WIB

Hilang Misterius di Pantai Cilegok Ciemas, Pencarian Dadang Dihentikan

Warga saat melakukan pencarian terhadap Dadang (29 tahun) pria yang hilang misterius di Pantai Cilegok, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto:Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Misteri hilangnya Dadang (29 tahun), warga Kampung Citeureup RT 35/08 Desa Ciracap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi masih menyisakan tanda tanya. Dadang hilang misterius saat hendak memancing di Pantai Cilegok Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (7/9/2019) lalu.

BACA JUGA: Mancing di Pantai Cilegok Ciemas, Dadang Hilang Misterius Sejak Hari Sabtu

Sukabumiupdate.com, mencoba mencari informasi lebih banyak ke rumah keluarganya di Kampung Citeureup, Desa Ciracap, Selasa (10/9/2019). Namun pihak keluarga, terutama istrinya menolak untuk diwawancarai dengan alasan belum mendapat kejelasan mengenai keberadaan suaminya.

Sementara itu, Kepala Desa Ciracap, Ibrahim mengaku sampai hari ini belum mendapat kabar mengenai keberadaan Dadang. Namun pencarian Dadang dihentikan atas permintaan kakak laki-lakinya di Bandung.

"Senin (9/9/2019) kemarin, saat ada informasi hilangnya Dadang, kakaknya bilang tidak mungkin Dadang nekat menceburkan diri ke laut atau hilang di Pantai Cilegok. Jadi menyuruh kami untuk tidak mencari lagi. Bahkan kakaknya itu sempat bilang, yakin Dadang tidak tercebur di laut, mungkin ini siasat Dadang katanya," beber Ibrahim.

BACA JUGA: Warga Surade Tewas Mendadak Saat Memancing di Pantai Cicaladi

Masih kata Ibrahim, dari beberapa keterangan yang didapat, ia mendapat informasi bahwa Dadang pergi dari rumah pada Selasa (3/9/2019) diantar ojek sampai ke Puncak Darma. Dadang lalu menghubungi temannya minta dijemput. 

"Sehubungan temannya sibuk, Dadang lantas naik ojek menuju rumah orang tua angkatnya di Kampung Cibatu Desa Girimukti. Perkiraan sampai ke rumah sekitar pukul 14.00 WIB. Di Kampung Cibatu, dia sempat menginap di rumah temannya," ucapnya.

Lanjut Ibrahim, selang beberapa hari di rumah orang tua angkatnya, sampailah pada hari Sabtu (7/9/2019), Dadang pergi ke Pantai Cilegok dengan tujuan ingin memancing. Ia pergi ke Pantai Cilegok dengan menumpang kendaraan pick up yang mau belanja ke Palabuhanratu, sembari membawa perlengkapan memancing dan membawa tas.

BACA JUGA: Pemancing yang Terjebak di Dermaga Tegalbuleud Ambruk Dievakuasi ke Ujungenteng

"Dari pagi hingga pukul 08.30 WIB, handphone Dadang masih aktif, bahkan sempat komunikasi dengan temannya melalui WhatsApp. Tiba-tiba pukul 09.00 WIB sudah tidak dapat dihubungi. Ditunggu sampai sore Dadang belum juga ada kabar. Saat itu ada yang mancing, kasih tahu pemilik warung dia menemukan tas dan helm, namun orangnya tidak ada," papar Ibrahim.

"Baru pada Senin (9/9/2019) pagi, ada informasi penemuan tas, helm dan joran, namun orangnya tidak ada. Disusul ke lokasi oleh warga dan teman Dadang, dibuka tas ada dompet dan KTP atas nama Dadang. Warga menduga pemiliknya tercebur ke laut. Sementara dari keterangan keluarga, Dadang berangkat bawa STNK, BPKB, SIM A, hanphone dan KTP. Tapi yang ditemukan di lokasi hanya KTP dan STNK serta helm," pungkas Ibrahim.

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Di awal pandemi COVID-19, anak-anak disebut sebagai kelompok usia yang relatif tidak rentan terinfeksi virus corona. Melansir dari tempo.co, namun, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengemukakan fakta...

SUKABUMIUPDATE.com - Dilansir dari suara.com, pandemi virus corona memang tidak hanya membuat orang terinfeksi Covid-19. Tapi juga membuat pasien penyakit lainnya mestir menunda pengobatannya. Selama lebih dari dua bulan sudah...

SUKABUMIUPDATE.com - Selama lebih dari dua bulan di rumah saja, setiap orang tentu mengalami perubahan dari segi kegiatan. Dilansir dari tempo.co, beberapa di antaranya mungkin melakukan dengan berlebihan, namun...

SUKABUMIUPDATE.com - Kabupaten Cianjur tercatat dalam daftar 15 kota/kabupaten di Jawa Barat yang termasuk level 2 atau zona biru pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya