Menu

02 Mei 2019, 13:11 WIB

Update Data, 354 Jiwa Mengungsi dari Lokasi Pergerakan Tanah Kertaangsana Sukabumi

Rumah dan bangunan yang rusak akibat bencana pergerakan tanah di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto:CRP 1

SUKABUMIUPDATE.com - Bencana pergerakan tanah mengakibatkan 73 rumah rusak di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman mengungkapkan 73 rumah itu tidak bisa dihuni lagi. Selain itu terdapat 36 rumah masih bisa ditempati namun terancam. Selain bangunan rumah, sebanyak 354 jiwa sudah diungsikan dari lokasi bencana.

"Untuk data terkahir itu kita rilis pada Rabu (1/5/2019) pukul 17.00 WIB, dan akan kita update lagi hari Kamis ini nanti pada Pukul 16.00 WIB," ungkap Eka, kepada sukabumiupdate, Kamis (2/5/2019).

BACA JUGA: BPBD Minta Dishub Terjunkan Petugas di Area Bencana Pergerakan Tanah Kertaangsana Sukabumi

Eka mengungkapkan sampai saat ini hasil kajian dari tim Geologi belum didapatkan. Namun, berdasarkan hasil survey dan kesimpulan sementara menunjukkan bahwa tanah di Kampung Gunungbatu ini berbahaya untuk ditempati.

"Didalam tanah ada saluran air yang berpotensi untuk menggerakan permukaan tanah," singkatnya.

Reporter : CRP 1
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Banyak informasi beredar menyatakan bahwa virus penyebab COVID-19 sengaja dibuat atau produk rekayasa laboratorium. Dilansir dari tempo.co, hasil studi yang hasilnya telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine...

SUKABUMIUPDATE.com - Disinfektan menjadi salah satu bahan kimia yang penting buat masyarakat saat wabah virus corona sebab kandungan alkohol dan klorinnya dipercaya bisa membunuh mikroorganisme yang menempel pada barang-barang...

SUKABUMIUPDATE.com - Warga Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi mulai kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kilogram atau biasa dijuluki "Si Melon". Informasi yang dihimpun, kelangkaan terjadi sejak empat hari...

SUKABUMIUPDATE.com - Hari pertama pelaksanaan isolasi lokal di Kabupaten Cianjur, Senin (30/3/2020), Pemkab Cianjur baru menutup akses masuk dari luar kota melalui Jalur Puncak. Rombongan pemudik asal Jakarta pun dihentikan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya