Menu

Senin, 22 April 2019, 09:02 WIB

Kesaksian Kernet Bus Maut Waluran Sukabumi, Sopir Paksa Ngebut Karena Ingin Tidur

Kondisi bus pariwisata pengangkut pelajar MAN 3 Sukabumi yang mengalami kecelakaan di Jalan Raya Galumpit, tepatnya di Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran, Minggu (21/4/2019) sekitar pukul 04.00 WIB. | Sumber Foto:Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Kecelakaan bus pariwisata City Trans Utama bernopol B 7326 TGB di Jalan Raya Galumpit, tepatnya di Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran, merenggut dua nyawa pelajar MAN 3 Sukabumi, Minggu (21/4/2019) sekitar pukul 04.00 WIB. Bus yang melaju dari arah Sukabumi menuju Surade ini tak terkendali lalu menabrak sebuah pohon di tikungan tajam.

Rombongan pelajar dan guru MAN 3 Sukabumi ini dalam perjalanan pulang usai study tour dari Bandung. Seluruhnya ada lima bus, dan yang mengalami kecelakaan adalah bus nomor lima.

BACA JUGA: Kenangan Dua Siswi Korban Kecelakaan Maut di Waluran Sukabumi

Selain dua korban tewas, kecelakaan juga menyebabkan beberapa orang harus menjalani perawatan di rumah sakit termasuk kernet bus. Sedangkan sopir bus berinisial AG sudah diamankan polisi.

Sejumlah hal terungkap dari kejadian, diantaranya sopir mengemudi dengan tergesa-gesa karena sudah mengantuk dan ingin sampai ke tujuan.

Salah seorang orang tua siswa, Risnawati (40 tahun) mengungkapkan, kernet bus sudah memperingatkan sopir untuk lebih berhati-hati saat berada di daerah Waluran sebab banyak tikungan tajam. Tak lama setelah itu kecelakaan pun terjadi.

"Kata kerneknya saat itu sopir ngebut dan si kernet sempat memperingati sopir. Namun sopir menjawab ingin cepat sampai karena ngantuk, baru saja kernet ngomong gitu mobil nabrak pohon," ungkap Risnawati kepada sukabumiupdate.com, Minggu (21/4/2019).

BACA JUGA: Isak Tangis Iringi Pemakaman Irma, Pelajar MAN 3 Sukabumi Korban Kecelakaan Bus 

Sementara itu, siswa MAN 3 Mirnawati (17 tahun) mengungkapkan, tak tahu kronologis pasti kecelakan tersebut sebab berada di bus lain. Menurut Mirnawati, bus yang mengalami kecelakaan itu bus nomor lima yang semestinya posisinya berada di belakang bus yang ditumpanginya.

"Bus itu nomor 5, harusnya dibelakang bus yang saya tumpangi. Anehnya pas kejadian malah berada diposisi paling depan. Kami tidak tau persis kronologisnya seperti apa, karena saat kejadian kami semua tertidur pulas," pungkasnya.

Reporter : DEMMI PRATAMA
Redaktur : GARIS NURBOGARULLAH
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Hendak berwisata mengisi liburan, rombongan siswa SDN Cisoka, Tangerang mengalami kecelakaan di Jalan Raya Puncak, persisnya di tanjakan Selarong, Desa Cibogo, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Rabu 1 Mei...

SUKABUMIUPDATE.com - Tikungan tajam Cijeblus di Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu titik rawan kecelakaan di Jalan Raya Galumpit. Di tikungan Cijeblus ini juga, dua pelajar...

SUKABUMIUPDATE.com - Suara dentuman terdengar warga di daerah selatan Kabupaten Sukabumi. Suara tersebut mulai terdengar warga Kecamatan Surade dan Kecamatan Ciracap, Senin (22/4/2019) pagi sekitar pukul 08.30 WIB. BACA JUGA:...

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) bersama BPBD Kabupaten Sukabumi, terus melakukan pengerukan sungai Ciranca yang selama ini menjadi penyebab banjir besar di wilayah Kelurahan Palabuhanratu dan sekitarnya. Dari...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya