Menu

21 Apr 2019, 16:35 WIB

Sopir Bus Maut Ungkap Alasan Kabur Usai Kecelakaan di Waluran Sukabumi

Kondisi bus pariwisata pengangkut pelajar MAN 3 Sukabumi yang mengalami kecelakaan di Jalan Waluran - Jampang Kulon, tepatnya di Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran, Minggu (21/4/2019) sekitar pukul 05.00 WIB. | Sumber Foto:sukabumiupdate.com.

SUKABUMIUPDATE.com - Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Galih Bayu Raditya menjelaskan, alasan kaburnya sopir bus berinisial AG diduga akibat trauma. AG merupakan sopir bus yang mengangkut rombongan pelajar MAN 3 Sukabumi ini, mengalami kecelakaan di Jalan Waluran-Jampang Kulon, tepatnya di Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran, Minggu (21/4/2019) sekitar pukul 05.00 WIB. 

BACA JUGA: Sebabkan Korban Terjepit, Bus Pariwisata Pengangkut Siswa MAN 3 Sukabumi Tabrak Pohon Randu

Menurut AKP Galih, AG sempat kabur pasca kecelakaan tersebut dan melarikan diri cukup jauh dari lokasi kejadian. Dari pengejaran yang dilakukan anggota polres akhirnya berhasil menangkapnya.

"Sudah kami tangkap dan menurut pengakuan sopir, ia kabur karena trauma dengan kejadian itu," ujarnya kepada sukabumiupdate.com. 

Sementara itu, dihubungi terpisah, Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi menambahkan, sopir ditemukan bersembunyi di rumah warga dan jauh dari tempat kejadian. "Lumayan jauh, bersembunyi di rumah warga dan berhasil kita tangkap," katanya.

BACA JUGA: Sempat Kabur, Sopir Bus Maut yang Mengalami Kecelakaan di Waluran Sukabumi Ditangkap

Nasriadi menambahkan, mobil yang terlibat kecelakaan membawa 60 orang diantaranya dua orang guru pembimbing dan 58 orang siswa MAN 3 Sukabumi. Saat kejadian mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan sopir diduga mengantuk hingga hilang kendali kemudian menabrak pohon besar yang berada di bahu jalan. 

Dari kejadian tersebut dua orang meninggal dunia, 20 orang luka berat serta 28 orang lainnya mengalami luka ringan. Semua korban saat ini berada di RSUD Jampang Kulon dan dibeberapa puskesmas di sekitaran lokasi kejadian. "Kerugian akibat kecelakaan itu sekitar Rp 30 juta," pungkasnya.

Reporter : NANDI
Redaktur : Garis Nurbogarullah
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Dilansir dari suara.com, pandemi virus corona memang tidak hanya membuat orang terinfeksi Covid-19. Tapi juga membuat pasien penyakit lainnya mestir menunda pengobatannya. Selama lebih dari dua bulan sudah...

SUKABUMIUPDATE.com - Selama lebih dari dua bulan di rumah saja, setiap orang tentu mengalami perubahan dari segi kegiatan. Dilansir dari tempo.co, beberapa di antaranya mungkin melakukan dengan berlebihan, namun...

SUKABUMIUPDATE.com - Kabupaten Cianjur tercatat dalam daftar 15 kota/kabupaten di Jawa Barat yang termasuk level 2 atau zona biru pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar...

SUKABUMIUPDATE.com - Masjid Al-Aqsa akan dibuka kembali pada Minggu (31/5) mendatang setelah ditutup selama dua bulan untuk menekan sebaran virus corona. "Semua pintu (kompleks) Masjid Al Aqsa akan dibuka saat...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya