Menu

21 Mar 2019, 09:35 WIB

Marak Pengambilan Patahan Terumbu Karang, Ini Tindakan Pemdes Girimukti Sukabumi

Patahan terumbu karang yang sudah mati untuk diperjualbelikan marak dilakukan warga di pesisir Pantai Cilegok, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Desa (Pemdes) Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi akan segera mengambil langkah terkait maraknya pengambilan patahan terumbu karang di Pantai Cilegok yang kemudian diperjualbelikan.

Kepala Desa Girimukti Akung Samsudin mengaku sudah melapor kepada aparat Polsek Ciemas. Rencananya, pelaku akan dipanggil ke Mapolsek Ciemas untuk dimintai keterangan soal pengambilan patahan terumbu karang dalam jumlah besar.

BACA JUGA: Bisnis Patahan Terumbu Karang di Ciemas Sukabumi Marak, Pegiat Wisata Minta Dihentikan

"Kami sudah mencoba memanggil pelaku yang mengambil batu karang di seputar Pantai Cilegok yang merupakan kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu," kata Kepala Desa Girimukti Akung Samsudin kepada sukabumiupdate.com, Rabu (19/3/2019).

Pengambilan patahan terumbu karang yang sudah mati untuk diperjualbelikan marak dilakukan oknum warga di pesisir Pantai Cilegok, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Patahan Terumbu karang tersebut terbawa ombak dari dasar laut ke pantai kemudian oleh warga dimasukan ke karung untuk dijual ke Jakarta. Patahan karang ini dimasukan ke dalam karung, sekali angkut bisa sampai satu truk engkel.

Akung mengungkapkan, pengambilan patahan karang itu sudah lama dilakukan dan kini pemdes akan bertindak dengan mencegah.

"Menurut para pegiat wisata desa, pelaku sudah lama melakukan kegiatan seperti itu. Patahan terumbu karang tersebut dibawa ke kota untuk dijual. Dengan adanya kejadian tersebut kami akan segera memasang papan pengumuman larangan pengambilan batu karang di Pantai Cilegok," pungkasnya.

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Satgas Covid-19 Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, merilis data terbaru jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Cluster atau orang dengan riwayat perjalanan.  "Tercatat sebanyak...

SUKABUMIUPDATE.com - Masyarakat Indonesia khususnya di Jakarta dan sekitarnya akan memasuki minggu keempat social distancing. Pemerintah terus mengimbau agar membatasi aktivitas di luar ruangan guna meminimalkan risiko penyebaran virus...

SUKABUMIUPDATE.com - Kebijakan social distancing serta physical distancing yang diterapkan di berbagai negara telah membuat orang-orang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan. Dilansir dari suara.com, meski ada yang mulai...

SUKABUMIUPDATE.com - Bencana tanah longsor menerjang Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Minggu (5/4/2020) malam. Akibat kejadian ini sebuah rumah di Kampung Sundawenang RT 25/11, Desa Sundangwenang, rusak setelah tertimpa...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya