Menu

14 Mar 2019, 15:26 WIB

Sungai Cimahi Sukabumi Dipenuhi Busa, Warga Cibadak: Baunya Seperti Pemutih Kain

Busa putih yang mencemari sungai Cimahi di Kampung Sekarwangi, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Biasanya busa yang menimbulkan bau menyengat itu memenuhi sungai pada malam hari. | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Warga Kampung Sekarwangi, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi resah dengan busa putih yang memenuhi sungai Cimahi.

Warga, Dedah Jubaedah (69 tahun) mengungkapkan, sungai tersebut biasa dipergunakan warga untuk mandi, mencuci baju, dan mencuci piring. Namun, karena sungai tercemar limbah, maka tak ada warga yang berani menggunakan air sungai.

"Nah sekarang gak berani dikarenakan air tersebut bau dan kalau dipakai juga timbul gatal," ujar Dedah.

BACA JUGA: Buktikan Sungai Cimahi Sukabumi Tak Tercemar, Perusahaan Kuarsa Lepas 1 Kwintal Ikan

Dedah menyebutkan, busa tersebut bisa jadi limbah perusahaan garmen yang dibuang ke sungai pada malam hari. "Banyak limbah yang dibuang malam hari, kami pun sebagai warga tidak mau untuk memakai dan menggunakan air sungai. Kadang ikan pun banyak yang mati dengan limbah tersebut," ujar Dedah.

Warga berharap air sungai tersebut bisa digunakan seperti dulu lagi. Sebab kalau musim kemarau panjang, warga menggantungkan kebutuhan air dari sungai tersebut.

Caption: Kondisi sungai Cimahi pada siang hari. Sedangkan kalau malam hari sungai ini dipenuhi busa yang menimbulkan bau menyengat. foto: Suhendi.

Sementara itu, komunitas mancing Sukabumi menyayangkan tercemarnya sungai Cimahi tersebut.

Anggota komunitas mancing, Docik (35 tahun) mengungkapkan komunitasnya selalu berupaya menjaga kelestarian sungai dan ekosistem sekitar sungai diantaranya dengan menebar benih ikan. Tapi karena sungai tercemar limbah, maka ikan yang sudah ditebar bakal mati.

"Kami berharap pihak terkait bisa bertindak tegas untuk mengatasi masalah ini. Saya dapat laporan dari anggota saya mengenai pencemaran limbah mulai pukul 12 malam sampai jam 3 pagi. Siang mah tak ada. Saya yakin sebagian orang gak banyak tahu tentang ini. Baunya menyengat, baunya seperti pemutih kain," jelasnya.

Reporter : SUHENDI
Redaktur : ANDRI S
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menemukan sebanyak 5.412 bus pariwisata yang tak layak beroperasi pada musim libur natal dan tahun baru (nataru) 2019. Temuan itu setelah petugas Kemenhub melakukan inspeksi...

SUKABUMIUPDATE.com – Program Geopark Ciletuh Palabuhanratu (GCP) bebas sampah plastik   di mulai dari Pantai Palangpang, Desa Ciwaru Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi. Program GCP clean and green ini adalah rekomendasi...

SUKABUMIUPDATE.com - Dua kepala desa terpilih hasil Pilkades serentak 2019, Desa Pasirpanjang dan Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi melaksanakan serah terima jabatan (Sertijab dari Penjabat Sementara (Pjs) kepala...

SUKABUMIUPDATE. com - Danone-Aqua mendapatkan Penghargaan Industri Hijau 2019 melalui 15 pabriknya dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia atas upaya Danone-Aqua yang secara aktif dan bijak menggunakan sumber daya dan...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya