Menu

10 Jan 2019, 13:53 WIB

Tiga Rumah Dieksekusi, Kuasa Hukum Sebut PN Sukabumi Terlalu Terburu-buru

Kuasa Hukum keluarga Cecep, Amiruddin Rahman. | Sumber Foto:Gumilang

SUKABUMIUPDATE.com - Eksekusi tiga rumah oleh Pengadilan Negeri (PN) Sukabumi di Jalan Lembursitu RT 02/08, Kampung Tipar, Kelurahan Lembursitu, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, mendapat penolakan dari pemiliknya karena menilai harga lelang tidak sebanding dengan nilai tiga rumah yang dijaminkan. Selain itu proses sidang hingga saat ini masih berjalan.

Kuasa Hukum keluarga Cecep, Amiruddin Rahman, menjelaskan, tanah seluas 1.750 meter persegi dengan tiga unit rumah permanen ini dilelang dengan harga yang sangat murah yaitu Rp 650 juta. Menurut Amiruddin pantasnya tanah seluas itu dengan tiga rumah tersebut harganya Rp 2 miliar.

Maka dari itu, pihaknya akan terus mengajukan perlawanan dan sampai sekarang juga proses hukum terus berjalan dengan melakukan gugatan baru.

Amiruddin sangat menyayangkan tindakan pihak PN Sukabumi yang belum melakukan peninjauan kembali terhadap proses gugatan, yang ada dengan terburu-buru melakukan eksekusi. 

"Kita menghormati proses hukum, tapi atas nama keadilan, pengadilan juga harus menghormati gugatan kita," ujarnya.

Ia menjelaskan, kasus ini bermula ketika sebuah keluarga yang mempunyai tanah dan rumah seluas 1.750 meter persegi pinjam ke bank Danamon atas nama Sri Mulyani dengan jaminan tiga surat hak milik tanah atas nama ayahnya Cecep. Namun ditengah jalan, cicilan ke bank macet.

"Jadi memang harus diakui bahwa ini macet kemudian dilakukan proses lelang, yang jadi kita persoalkan adalah nilainya. Ini nilainya sangat murah Rp 650 juta. Ini rumah mahal loh, Rp 2 miliar, ini keterlaluan,” jelasnya.

BACA JUGA: Terbelit Hutang, Tiga Rumah di Lembursitu Sukabumi Dieksekusi PN Sukabumi

Ia menuturkan, tidak akan tinggal diam dengan langkah-langkah yang dilakukan pihak penuntut (Bank Danamon), PN dan aparat lainnya.

"Ini sangat tidak manusiawi menurut saya, artinya masih ada jalan sebenarnya. Saya tidak tahu yah, kalau kita berbicara hukum, masa kok terburu-buru. Ini menurut saya terlalu genit, pengadilan ini terlalu genit, saya pikir tidak perlulah hal seperti ini," tegasnya.

Sebelumnya, pihak kuasa hukum keluarga sudah mengajukan surat gugatan pasca kasasi diputuskan, menurutnya pihak keluarga siap keluar dari rumah.

"Tapi saya pikir ini sudah terjadi, Insya Allah kita akan melakukan langkah-langkah untuk mencari keadilan itu sendiri," paparnya.

Reporter : MUHAMMAD GUMILANG
Redaktur : ANDRI S
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Masih banyak misteri tersimpan di laut dalam, termasuk dengan para penghuninya. Paling baru, peneliti dibuat kaget dengan penemuan cumi-cumi raksasa dan hiu bercahaya. Para peneliti yang tergabung dalam...

SUKABUMIUPDATE.com - Masyarakat di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi mengeluhkan listrik yang sering kali padam. Dalam sehari, bisa terjadi tiga kali padam. Sekali padam bisa sampai satu jam.  Menurut warga Kampung...

SUKABUMIUPDATE.com -  Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan satu orang Pembina Pramuka sekaligus guru di SMPN 1 Turi Sleman dengan inisial IYA sebagai tersangka kasus susur sungai. Status tersangka itu ditetapkan...

SUKABUMIUPDATE.com - Tak sedikit travelers yang merasa khawatir dengan kesehatan mereka saat traveling karena ancaman virus corona baru atau Covid-19. Belum lama ini, sepasang penumpang pesawat di Australia diketahui rela...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya