Menu

02 Jan 2019, 15:45 WIB

Masuk Kategori Rawan, BNPB Catat Empat Kali Longsor Susulan di Lokasi Bencana Cisolok

Slidshow rilis BNPB tentang penyebab longsor di Cisolok Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terjadi empat kali longsor susulan di lokasi bencana Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Longsor susulan ini terjadi pada hari Selasa kemarin (1/1/2019) dalam skala kecil namun tetap menjadi kewaspadaan bagi tim sar gabungan dan warga yang ikut membantu proses pencarian korban.

Data ini diungkap BNPB dalam rilisnya, yang disebar ke media melalui BPBD Kabupaten Sukabumi. Dalam grafis disebutkan penyebab bencana ini karena tanah yang labil dan adanya curah hujan yang cukup tinggi. Kawasan ini masuk dalam zona atau peta wilayah rawan longsor dengan kategori menengah tinggi bersama, 32 kecamatan lain di Kabupaten Sukabumi.

Rilis yang dikeluarkan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho ini menjelaskan saat kejadian longsor terjadi, kawasan perbukitan di atas Kampung Cimapag usai diguyur hujan, 16,7 mm. Kawasan perbukitan yang sudah beralih fungsi menjadi lahan pertanian sawah dan tanaman semusim ini makin rentan longsor karena memiliki struktur tanah gembur, yang mudah menyerab air.

“Lerengnya memiliki kemiringan lebih dari 30 derajat dan material penyusun lerengnya bersifat poros, dan mudah menyerap air,” tulis Sutopo dalam rilis tersebut.

Saat kejadian tanah gembur persawahan diduga sudah tak mampu menahan beban air, dan disinyalir ada retakan yang membuat lapisan tanah turun (longsor). Jenis gerakan tanah berupa longsoran bahan rombakan yang membentang dari atas bukit hingga ke pemukiman Kampung Cimapag. 

BNPB mencatat luas lahan yang longsor mencapai kurang lebih delapan hektar. Lembaga yang mengurusi kebencanaan ini juga mencatat bahwa Kampung Cimapag yang sebagian besar tertimbun longsor berada diujung hamparan sawah yang saat ini hilang digerus longsor.

Redaktur : FIT NW
Sumber : Rilis BNPB
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil alias Kang Emil kembali menjalani tes swab Covid-19 untuk ketiga kalinya. Dilansir dari suara.com, hal tersebut dilakukan seusai mengetahui kabar almarhum Kepala Dinas...

SUKABUMIUPDATE.com - Ketimpangan kepemilikan, penguasaan maupun pengelolaan lahan sudah sejak lama menjadi permasalahan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sukabumi. Ketimpangan tersebut tidak hanya menciptakan kesenjangan kesejahteraan, namun menimbulkan konflik...

SUKABUMIUPDATE.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran bedah rumah Rp 243,28 miliar untuk 13.902 unit rumah tidak layak huni di Provinsi Jawa Barat. "Kami siap melaksanakan...

SUKABUMIUPDATE.com - Daihatsu Taft masih menjadi salah satu kendaraan favorit bagi penyuka hobi trabas juga offroad. Mobil berdesain model jip ini juga dinilai masih nyaman dan tahan banting ketika...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya