Menu

12 Peb 2017, 03:11 WIB

Siapa Bilang Tren Batu Akik Kabupaten Sukabumi Sudah Lewat

Ilustrasi. | Sumber Foto:Massir

SUKABUMIUPDATE.com - Bagi sebagian orang, tren batu akik telah usai. Namun tidak demikian bagi perajin di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. order akan batu poles ini ternyata masih tinggi. Tak tanggung-tanggung, pemesannya pun datang dari dalam dan luar negeri.

Kepala Bidang Perindustrian pada Dinas Perindustrian dan Energi Sumber Daya Mineral (PESDM), Jajat Sudrajat kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (11/2/2017), menjelaskan melalui sambungan telepon, ada tujuh sentra perajin batu akik yang masih terus berproduksi.

"Tujuh sentra ini merupakan binaan kami. Mereka masih melakukan pembentukan hingga pemolesan batu akik pesanan buyer dari dalam dan luar negeri," terang Jajat.

Ia menerangkan, ada enam jenis batu asli Kabupaten Sukabumi yang selalu menjadi incaran para kolektor intrnasional maupun dalam negeri. Keenam jenis batu akik itu yakni, calsedon, gasper, agate, kristal kuarsa, calcite (batu sabun), dan blue srusoval.

Keenam jenis batu ini, terang dia, memiliki keunikan dari segi warna dan kekerasan dalam ukuran skala Mosh. "Batu-batu akik asal Kabupaten Sukabumi ini tidak kalah dengan batu dari luar pulua Jawa yang sedang ngetren," tukas dia.

Ditambahkan, secara umum batu akik gasper asal Kabupaten Sukabumi memiliki keunikan dari sisi warna, dan sering kali gasper Sukabumi ini disebut sebagai batu gambar.

Perajin Bata Merah Keluarga di Desa Bantarsari Kabupaten Sukabumi Tergerus Zaman

Anggur Manakarra Karya Perajin Sukabumi Tembus Pasar Dunia

"Gasper ini berwarna merah. Dan sempat menjadi primadona saat booming batu akik beberapa waktu lalu. Nilai jualnya pun sangat bagus. Kemudian batu sabun yang berwarna kuning kemerahan, ini jenis batu yang menjadi primadona, khususnya di kawasan Asia Timur," terang dia.

Sementara crusoval, tambah Jajat, memiliki keunikan yang tidak dimiliki batu akik  di Indonesia pada umumnya. Warna kebiruan dan tembus cahaya ini, hanya terdapat di Kabupaten Sukabumi. "Hanya saja kekerasannya masih pada kisaran 6,2 skala Mosh, namun memiliki keindahan luar biasa," ungkap dia. 

Melambungnya kembali tren batu akik, ternyata dapat membangkitkan sentra industri kerajinan. Dari tujuh sentra kerajinan, masing-masing mampu menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit. Ini sejalan dengan peningkatan pengasilan mereka."Rata-rata pendapatan tiap pengrajin mencapai satu juta Rupiah per hari," pungksnya.

Ia berharap, tren batu akik asal Kabupaten Sukabumi ini terus berlangsung. Walau saat ini para perajin hanya menjual jasa pembentukan batu akik saja. Hal itu tejadi karena mulai minimnya bahan baku lokal sehingga tidak semua perajin menyediakan bahan baku.

Seorang perajin batu akik asal Kecamatan Sagaranten, Sumarna (50) mengatakan, jika di stannya rata-rata memproduksi batu akik hingga seribu butir per hari. "Harga untuk membentuk batu akik dari bahan mentah bervariatif. Untuk batu akik biasa 50 ribu Rupiah. Sedangkan batu yang memiliki nilai jual antara 100 hingga 200 ribu Rupiah, tergantung tingkat kesulitan.".

Per hari, sebut Sumarna, dirinya bisa mengantongi pendapatan kotor sebesar Rp1 juta hingga Rp3 juta. "Yang bekerja mendapatkan upah 10 persen dari pendapatan. Mereka bertugas membersihkan dasar batu dan memotong sesuai ukuran pemesan," jelas dia.

Reporter : MASSIR/Kontributor
Redaktur : RONY M SAMOSIR
Sumber : Massir
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Petugas gabungan dan relawan banjir bandang meminta masyarakat untuk tidak mengunjungi tempat kejadian musibah hanya untuk berswafoto. Pasalnya, semakin banyak masyarakat yang memadati lokasi, membuat petugas kesulitan...

SUKABUMIUPDATE.com – Warga Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi kembali diumumkan positif covid-19 setelah pulang dari Jakarta. Cibadak hingga saat ini masih menjadi kecamatan dengan kasus positif corona paling tinggi di...

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami, Daryono menyebut adanya potensi gempa kuat di zona megathrust di selatan Pulau Jawa hasil kajian para ahli kebumian ITB, yang dipublikasikan...

SUKABUMIUPDATE.com - Komite Tetap Ketenagakerjaan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bob Azam memperkirakan penurunan pendapatan rerata di Tanah Air bisa anjlok lebih dalam dari rerata global. Penurunan pendapatan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya