Menu

15 Agu 2020, 20:56 WIB

Nakes Jalani Isolasi, Benarkah RSUD R Syamsudin SH Sukabumi Tak Terima Pasien?

Tenaga Kesehatan (nakes) di RSUD R Syamsudin Kota Sukabumi | Sumber Foto:DOK sukabumiupdate

SUKABUMIUPDATE.com - Warganet Sukabumi dikagetkan dengan beredarnya informasi melalui aplikasi WhatsApp bahwa RSUD R Syamsudin SH atau Bunut untuk sementara waktu tidak menerima pasien. Informasi yang beredar dalam bentuk poster pengumuman itu, memuat narasi tentang adanya tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit tersebut yang harus menjalani isolasi mandiri.

Berikut isi posternya;

1. Sehubungan dengan jumlah Nakes Area Ruang Rawat Inap Kaca Piring Atas (KPA) dan Gedung HM Muraz lantai 3 harus melakukan insolasi mandiri sehingga sementara tidak bisa menerima pasien baru.

2. Untuk kasus jantung RSUD R. Syamsudin SH, Kota Sukabumi sementara tidak menerima rujukan pasien Jantung, sampai batas waktu yang belum ditentukan.

3. Masih berkaitan hal tersebut, untuk perawatan instensif (PICU dan NICU) juga sementara tidak menerima rujukan pasien dari luar rumah sakit.

BACA JUGA: BNPB Sebut Pasien Covid-19 di Kota Sukabumi Melonjak 10 Kali Lipat, Ada 28 Kasus Baru

Informasi tentang hal ini dibenarkan oleh salah seorang tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD R Syamsudin. “Benar memang ada teman-teman nakes yang harus isolasi mandiri. Kalau soal nakes yang positif saya juga kurang tahu,” jelas pria yang enggan identitasnya dibuka ini kepada sukabumiupdate.com, melalui pesan singkat, Sabtu (15/8/2020).

Dikonfirmasi sukabumiupdate.com, Kasubag Hukum dan Humas RSUD Syamsudin SH, Supriyanto mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi atau arahan dari pimpinan rumah sakit untuk menyampaikan informasi tersebut.

BACA JUGA: Update 15/8: Empat Kasus Positif Covid-19 Baru di Kota Sukabumi, Baros Benteng dan Sukakarya

"Saya belum lihat pengumannya dan belum ada bagian lain yang menginfokan pengumuman tersebut ke humas. Mengenai informasi tersebut, sejak adanya gugus tugas sudah dikelola oleh gugus tugas atau jubirnya," jelas Supriyanto.

Sayangnya, saat informasi ini dikonfirmasi ke juru bicara (juru bicara) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Hendriana juga enggan menjelaskannya. Wahyu bahkan mengarahkan awak media untuk mengkonfirmasi langsung ke manajemen RSUD R Syamsudin.

“Untuk kebijakan menutup rumah sakit itu kewenangan RSUD, tidak terkait dengan satgas covid,” pungkasnya.

 

Reporter : OKSA BC
Redaktur : FIT NW
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Satuan Tugas atau Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 3.874 orang pada Ahad, 27 September 2020. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sebanyak 10 provinsi...

SUKABUMIUPDATE.com - Dalam sebuah video konferensi pers yang dirilis oleh penyelenggara MotoGP kemarin (26/9/2020), Valentino Rossi rupanya mengaku kangen untuk bisa balapan di Indonesia. Melansir Suara.com, pembalap yang baru saja...

SUKABUMIUPDATE.com - Wakil Wali Kota Sukabumi, Andri Hamami membuka secara resmi pelatihan Senam Bugar Jabar Juara Kota Sukabumi tahun 2020, Minggu (27/9/2020). Pelatihan tersebut diikuti oleh para instruktur senam. Turut...

SUKABUMIUPDATE.com - Bantuan untuk korban terdampak banjir bandang terus berdatangan ke Posko Tanggap Bencana di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.  Bantuan kali ini datang dari Sampoerna Untuk...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya