Menu

08 Jul 2020, 12:31 WIB

Cek Kesiapan Sekolah Tatap Muka di Kota Sukabumi, Menteri Nadiem: SD Belum

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim di SMAN 4 Kota Sukabumi | Sumber Foto:DARWIN

SUKABUMIUPDATE.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menegaskan sekolah tatap muka untuk tahun ajaran baru 2020/2021 hanya berlaku bagi daerah yang berstatus zona hijau. Inipun tidak semua sekolah, diawali oleh SMP dan SMA  (sederajat) yang sudah dinyatakan siap sesuai daftar protokol kesehatan AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru), untuk Sekolah Dasar, TK serta PAUD harus menunggu evaluasi penerapan pembelajaraan tingkat menengah.

Pernyataan ini ditegaskan Nadiem Makarim kepada awak media usai melihat simulasi sekolah tatap muka di SMAN 4 Kota Sukabumi, Rabu (8/7/2020). “Jadi ada surat keputusan bersama sejumlah kementrian termasuk gugus tugas, memperbolehkan sekolah tatap muka di daerah zona hijau. Tapi mulai sekolah menengah dulu, artinya SMP dan SMA dulu. Jadi SD tunggu dulu harus latihan dulu dari SMP dan SMA selama dua bulan, baru SD boleh mulai, tunggu lagi dua bulan baru PAUD,” jelas Nadiem.

Nadiem memberi catatan bahwa kesiapan masing-masing daerah yang akan menggelar sekolah tatap muka diawal tahun ajaran baru sangat bervariasi. Kemendibud akan selalu berkordinasi dengan dinas di daerah terkait kesiapan sekolah-sekolah ini, terutama dalam pemenuhan list atau daftar penerapan protokol kesehatan yang sudah disusun.

BACA JUGA: Wapres Tiba di SMAN 4 Kota Sukabumi Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

“Jadi tidak boleh serentak, harus ada shiffting. Ini di SMAN 4 Kota Sukabumi bahkan membagi jadi tiga shiff per kelas. Lebih bagus lagi karena sekolah ingin memastikan faktor kesehatan bersama terpenuhi,” lanjut Nadiem.

Untuk itu keputusan sekolah tatap muka di daerah zona hijau, menurut Nadiem menjadi keputusan penuh dari Kepala Daerah, Kepala Dinas, Kepala Sekolah hingga orang tua siswa. Ia menegaskan apa yang dilakukan SMAN 4 Kota Sukabumi harus menjadi contoh bagi sekolah sekolah lain.

“Kuncinya itu bukan hanya ikut cek list protokol kesehatan, tapi pola pikir kepala sekolah, guru, pengawas dan kepala dinas. Jika mereka mengutamkan kesehatan maka akan tercarilah jalan keluar untuk menerapkan protokol yang tepat. Akan muncul inovasi, seperti SMAN 4 ini inovasi baik,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mentri Nadiem hari ini mendampingi Wakil Presiden Maaruf Amin dalam rangka kunjungan kerja memantau kesiapan zona hijau menggelar pendidikan tatap muka.

Reporter : DARWIN
Redaktur : FIT NW
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Jelang MotoGP Ceko 2020, Valentino Rossi siap memecah rekor baru. Kira-kira rekor apalagi nih? Pembalap Monster Energy berpotensi untuk menjadi pembalap pertama yang meraih 200 podium di kelas...

SUKABUMIUPDATE.com - Manchester City dilaporkan akan mendatangkan setidaknya lima pemain selama bursa transfer musim panas dan ingin merampungkan aktivitas jual beli pemain di awal musim baru pada 12 September,...

SUKABUMIUPDATE.com - Kasatlantas Polres Sukabumi AKP Riki Fahmi Mubarok melalui Kanit Laka Iptu Nandang Herawan mengatakan, tak ada pengalihan arus akibat dampak perbaikan jembatan tersebut.  "Tidak ada pengalihan arus, tapi...

SUKABUMIUPDATE.com - Ledakan besar mengguncang ibu kota Lebanon, Beirut, pada hari Selasa kemarin. Saking besarnya, ledakan di Beirut terasa hingga jarak 150 mil (240 kilometer) dari lokasi kejadian. Melansir Tempo.co,...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya