//
Menu

01 Jun 2020, 14:24 WIB

Bupati Sukabumi: Harusnya Cisaat New Normal

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami saat meninjau pelaksanaan rapid test massal di Pasar Cisaat, Senin (1/6/2020). | Sumber Foto:Oksa BC

SUKABUMIUPDATE.com - Bupati Sukabumi, Marwan Hamami menilai seharusnya wilayah Kecamatan Cisaat sebagai salah satu wilayah yang berbatasan langsung dengan Kota Sukabumi menjadi zona yang melaksanakan New Normal.

Hal itu disampaikan Marwan usai meninjau pelaksanaan rapid test massal di Pasar Cisaat, Senin (1/6/2020). "Kalau dari hitungan indikator, dibandingkan dengan Cisaat, harusnya Cisaat yang New Normal, bukan kota (Sukabumi). Teu ngarti kumaha ngitung na (tidak mengerti bagaimana cara menghitungnya)," kata Marwan kepada sukabumiupdate.com.

BACA JUGA: Pantau Rapid Test di Pasar Cisaat, Bupati Sukabumi: Kita Tidak Punya Kluster

"Kluster Secapa itu bisa dihitung berapa. Cisaat mah cuman hiji (cuma satu). Itu yang kadang-kadang saya enggak ngerti lah," sambungnya.

Seperti diketahui, kini beberapa kecamatan dan desa di Kabupaten Sukabumi sedang menjalani PSBB jilid mulai 30 Mei hingga 12 Juni 2020 mendatang. 

Ada enam kecamatan dan empat desa yang menjalankan PSBB jilid 3, antara lain Kecamatan Cicurug, Cidahu, Parungkuda, Cibadak, Cisaat dan Sukaraja. Kemudian Desa Citarik Pelabuhanratu, Bojonggaling Bantargadung, Sukadamai Cicantayan dan Desa Wanasari Kecamatan Surade. 

BACA JUGA: PSBB Jilid 3 di Kabupaten Sukabumi Hanya di 6 Kecamatan dan 4 Desa, Lainnya New Normal

Kendati demikian, Marwan tak ingin berbicara lebih jauh. Ia menilai pastinya ada beberapa pertimbangan mengapa Kota Sukabumi kini bisa menerapkan New Normal.

"Tapi posisi seperti ini memang bisa saja untuk pemberdayaan ekonomi, atau juga posisi yang lain. Dari mulai Cibeureum (Kota Sukabumi), itu semua terjadi. Cisaat tuh cuma satu. Makanya indikatornya apa gitu," kata Marwan lagi.

"Transmisinya tinggi, kita belum. Yang kejadian kemarin kan dari Jakarta. Makanya kita dalam posisi seperti ini masyarakat diajak supaya tidak terjadi. Mencermati siapa yang datang. Atau orang dari zona merah datang ke pasar bisa saja kan karena tidak dipantau. Mudah-mudahan lah tidak ada lagi (kasus positif Covid-19)," pungkas Marwan.

Reporter : OKSA BC
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Pemuda Kampung Cipeusing RT 01/05 Desa dan Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, berinisiatif mendirikan Bank Sampah Cipeusing (BSC). Selain untuk memberikan kesadaran warga untuk tidak membuang sampah ke Sungai...

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi Ferry Gustaman mengatakan, memasuki masa tenang pilkada serentak 2020 ini pihaknya akan melakukan pemusnahan surat suara yang rusak. Ferry menuturkan, format...

SUKABUMIUPDATE.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan alias OTT pejabat di Kementerian Sosial. "KPK telah melakukan tangkap tangan terhadap PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) pada Program Bansos Kemensos,"...

  SUKABUMIUPDATE.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi mengkonfirmasi adanya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang reaktif berdasarkan hasil rapid test yang difasilitasi KPU. "Petugas KPPS difasilitasi oleh KPU...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya