Menu

16 Jan 2020, 13:15 WIB

KPI Dorong Komisi IV DPRD Tekan Angka Pernikahan Dini di Kabupaten Sukabumi

Wakil Ketua Komisi IV Leni Liawati (tengah) audensi dengan Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto:ISTIMEWA

SUKABUMIUPDATE.com - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Leni Liawati menerima audiensi dari Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Kabupaten Sukabumi.    

BACA JUGA: Ketemu Warga Palabuhanratu, Leni Liawati Dicurhati Kosongnya Blanko e- KTP

Leni menjelaskan, kedatangan KPI ke gedung DPRD dalam rangka silaturahmi dan berdiskusi terkait tentang pencegahan pernikahan usia dini. Seperti yang disampaikan perwakilan dari KPI, bahwa masih banyak pernikahan usia dini terjadi di Kabupaten Sukabumi.

"KPI ini sudah beberapa kali audiensi ke kami dan membahas tentang perkawinan anak. Tujuannya KPI melakukan advokasi dan loby agar pencegahan perkawinan anak menjadi bagian dari kebijakan pemerintah daerah," ujar Leni melalui sambungan selularnya kepada sukabumiupdate.com, Rabu (15/1/2020).

Inti dari pertemuan dengan perwakilan ibu-ibu yang tergabung dalam KPI tersebut, kata Leni meminta agar DPRD mendorong dibuatnya Peraturan Bupati (Perbup)  tentang pola asuh anak dan Peraturan Daerah (Perda) pencegahan perkawinan anak usia dini.

BACA JUGA: Peserta BPJS di Sukabumi Jual Sawah Untuk Ongkos Berobat, Leni: Perlu Anggaran Besar

"Sebenarnya kontennya sudah kita akomodir melalui Perda, yakni Perda No 1 tahun 2018 tentang perlindungan anak dan Perda No 1 tahun 2019 tentang pola asuh anak dalam keluarga dan pengasuhan alternatif," jelasnya.

Namun untuk peraturan bupati, sambung Leni belum bisa dikeluarkan, karena pihaknya masih harus menunggu pembahasan raperda tentang penyelenggaran ketahanan keluarga, dan raperda tersebut dalam waktu dekat akan segera dibahas.

"Insya Allah akan dibahas bulan Januari ini, mudah-mudahan setelah nanti selesai semua elemen masyarakat secara bersama-sama mencegah adanya pernikahan usia dini. Tentunya pengawasan dari orang tua juga lebih penting serta keterlibatan langsung kepengurusan lingkungan masing-masing baik dari tingkat RT/RW atau pun stekholder lainnya," pungkasnya.

Reporter : NANDI/ADV
Redaktur : GARIS NURBOGARULLAH
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Masih banyak misteri tersimpan di laut dalam, termasuk dengan para penghuninya. Paling baru, peneliti dibuat kaget dengan penemuan cumi-cumi raksasa dan hiu bercahaya. Para peneliti yang tergabung dalam...

SUKABUMIUPDATE.com - Masyarakat di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi mengeluhkan listrik yang sering kali padam. Dalam sehari, bisa terjadi tiga kali padam. Sekali padam bisa sampai satu jam.  Menurut warga Kampung...

SUKABUMIUPDATE.com -  Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan satu orang Pembina Pramuka sekaligus guru di SMPN 1 Turi Sleman dengan inisial IYA sebagai tersangka kasus susur sungai. Status tersangka itu ditetapkan...

SUKABUMIUPDATE.com - Tak sedikit travelers yang merasa khawatir dengan kesehatan mereka saat traveling karena ancaman virus corona baru atau Covid-19. Belum lama ini, sepasang penumpang pesawat di Australia diketahui rela...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya