Menu

08 Apr 2019, 13:35 WIB

BPBD Kabupaten Sukabumi: Jembatan Ciheulang Bakal Diperbaiki 2020

Jembatan Ciheulang di Desa Ciheulangtonggoh penghubung Kecamatan Cibadak dan Nagrak Kabupaten Sukabumi hingga kini belum ada perbaikan semenjak amblas pada bagian pondasinya Selasa (26/2/2019) lalu. | Sumber Foto:Suhendi

SUKABUMIUPDATE.com - Jembatan Ciheulang di Desa Ciheulangtonggoh yang merupakan penghubung Kecamatan Cibadak dan Nagrak Kabupaten Sukabumi hingga kini belum ada perbaikan.

Jembatan yang memiliki panjangnya 13 meter dan lebar 4 meter amblas pada bagian pondasinya Selasa (26/2/2019) lalu. Akibat kejadian ini jembatan tidak bisa dilintasi mobil, hanya motor saja.

BACA JUGA: Bupati Sukabumi Tugaskan BPBD dan PU Tangani Jembatan Ciheulang

Semenjak kejadian tersebut belum dilakukan perbaikan hingga menuai reaksi warga. Sebab, walaupun bisa dilintasi tapi warga tetap was-was.

Kasi Kedaruratan dan logistik, BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widyaman mengatakan, jembatan tersebut akan dibangun secara permanen pada tahun 2020.

BPBD bersama Kominfo, pemerintah Desa (Pemdes) Ciheulangtonggoh dengan masyarakat mencari solusi agar jembatan tersebut tetap dapat dilintasi secara aman walaupun hanya kendaraan roda dua saja yang bisa melintas.

"BPBD bersama masyarakat berembuk untuk melakukan aksi supaya warga dapat melintas secara aman, baik oleh pejalan kaki ataupun roda dua. Peran pemerintah dalam hal ini akan mensupport dan mengawasi kegiatan ini sampai tuntas. Selanjutnya di tahun 2020 pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi akan membangun secara permanen jembatan ini," ujar Eka kepada sukabumiupdate.com, Senin (8/4/2019).

BACA JUGA: Bahaya! Begini Kerusakan Jembatan Amblas di Jalur Alternatif Cibadak-Nagrak Sukabumi

Eka menuturkan, pondasi jembatan tersebut tergerus air sejak Jumat (22/2/2019) lalu. Menurut Eka, jembatan tersebut sangat vital bagi warga karena menjadi penghubung Kecamatan Cibadak dan Nagrak. Reaksi warga, kata Eka, muncul karena warga khawatir dengan kondisi jembatan tersebut. 

"Jembatan Ciheulang merupakan jalur alternatif ke Nagrak dan Cibadak. Sejak tanggal 22 Februari terjadi gerusan di bagian pondasi bawah. Walaupun kejadian ini tidak menimbulkan kerusakan. Masyarakat merasa khawatir tentang kejadian ini," tukasnya.

Reporter : SUHENDI/ADV
Redaktur : ANDRI S
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Pedagang baju bekas atau Cimol di Kota Sukabumi, mengeluhkan dampak dari wabah Virus Corona atau Covid-19 terhadap pendapatan harian. Sebagian pedagang memilih menutup sementara usahanya, karena pembeli...

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Transportasi Singapura Khaw Boon Wan mengumumkan Terminal 2 Bandara Changi akan ditangguhkan selama 18 bulan ke depan. Dilansir dari suara.com, di depan anggota parlemen Senin (6/4/2020), Khaw...

SUKABUMIUPDATE.com – Hingga kemarin, gugus tugas Covid-19 Kabupaten Sukabumi sudah melakukan 2139 rapid test. Hasilnya 6 positif, 584 negatif dan 1549 masih dalam proses, dimana rapid test ini bukan...

Oleh: Milah Nurhasanah  (Mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Nusa Putra Sukabumi) Corona atau Covid-19 adalah virus yang pertama kali di temukan di kota Wuhan, China pada Desember 2019, tidak perlu waktu lama...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya