Menu

04 Peb 2019, 13:25 WIB

FITRA Sebut Ada Potensi Manipulasi Pada Anggaran BKPSDM Kota Sukabumi TA 2018

Total Belanja Makan Minum Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kota Sukabumi, APBD Tahun Anggaran 2018. | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Sukabumi, menilai ada potensi manipulasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) di Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kota Sukabumi tahun anggaran 2018.

Direktur FITRA, Aa Hasan menjelaskan potensi manipulasi terdapat pada enam program dari BKPSDM Kota Sukabumi diantaranya, ada program pelayanan administrasi perkantoran, program pembinaan dan pengembangan apartur, program pendidikan kedinasan, program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur, program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan, dan program perencanana dan penganggaran.

BACA JUGA: FITRA Sebut Rugi Hingga 8,9 Miliar, Pemkot Sukabumi dan PD Waluya Tak Profesional Kelola Uang Rakyat

“Dari keenam program tersebut, indikasi manipulasi dan kejanggalan ada pada program pembinaan dan pengembangan aparatur dan juga program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur. Ini harus dipertanyakan lebih spesifik lagi, secara kita melihat dua program itu sama-sama saja,” ungkapnya kepada sukabumiupdate.com, Minggu (3/2/2019).

Selain itu, empat dari enam program, tertulis adanya belanja makanan dan minuman tamu. Hasan menilai bahwa dalam aspek ini pun terdapat indikasi manipulasi. Biasanya ketika tamu itu datang ke kantor BKPSDM lalu ada anggaran untuk tamu itu dan dituliskan dalam laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) itu yang benar.

“Kalau memang tamunya ada dan terdata, tapi kalau misalnya tidak ada tamu atau kita tidak tahu ada tamu siapa saja, biasanya mereka (Pemda) menuliskan saja laporan tersebut padahal tidak ada tamu nyatanya,” paparnya.

Hasan berharap, kepada semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Pemda Kota Sukabumi, dapat melaporkan LKPD sejujur-jujurnya dan apa adanya, tanpa adanya manipulasi data atau bahkan adanya penggelapan dana.

“Itu kan APBD dari uang rakyat, mereka diberi amanah oleh kita, maka kita punya hak mempertanyakan kinerja mereka dan pertanggung jawaban mereka dalam menggunakan dan mengelola uang kita agar bisa efektif manfaatnya serta dirasakan oleh masyarakat. FITRA akan terus mendorong keterbukaan dan tranpasaransi APBD ini, sekarang kita konsen di BKPSDM Kota Sukabumi dulu, selanjutnya akan kita rilis data anggaran SKPD lainnya,” pungkasnya.

Reporter : MUHAMMAD GUMILANG
Redaktur : GARIS NURBOGARULLAH
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Satreskrim Polres Bogor kembali menangkap pelaku penyebar kabar bohong atau hoaks terkait virus corona melalui media sosial berinisial RD (48) warga Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Dilansir dari suara.com,...

SUKABUMIUPDATE.com - Dilansir dari tempo.co, Psikolog lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa Maya Sita mengatakan masyarakat dapat mengelola emosi untuk mengatasi tekanan psikologis saat harus bekerja di rumah di tengah wabah...

SUKABUMIUPDATE.com - Juru bicara pusat informasi dan koordinasi Covid-19 Kabupaten Sukabumi Harun Alrasyid menyatakan, warga Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, yang meninggal di RSUD Sekarwangi Cibadak pada Jumat...

SUKABUMIUPDATE.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis daftar narapidana kasus korupsi yang kemungkinan bebas bila Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly benar-benar merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya