Menu

19 Des 2018, 18:34 WIB

Sekda Kabupaten Sukabumi: Penanganan Stunting Perlu Multisektor Dinas Terkait

Sekda Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri menyuapi salah seorang anak di Kecamatan Kebonpedes. | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Sekrertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri mengatakan ada empat kecamatan se Kabupaten Sukabumi yang menjadi lokasi intervensi pusat dalam penanganan stunting, salah satunya di Kecamatan Kebonpedes.

Menurut Iyos, dalam penanganannya diperlukan keterlibatan dan dukungan multisektor dinas terkait untuk membangun koordinasi dengan kecamatan dan desa, sehingga program yang dijalankan menjadi thematik sebagaimana kondisi yang nyata dibutuhkan.

“Sebagaimana kita ketahui bahwasanya indikator keberhasilan pembangunan kesehatan adalah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat, dimana salah satu faktor pendukungnya adalah peningkatan status gizi di masyarakat,” ujarnya saat acara evaluasi penanganan stunting di Kecamatan Kebonpedes, Rabu (19/12/2018).

Hal ini berkaitan erat dengan kejadian stunting, kata Iyos di mana stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.

"Dengan demikian periode 1.000 hari pertama kehidupan seyogyanya mendapat perhatian khusus, karena akan menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan dan produktivitas seseorang di masa depan,” ucapnya.

BACA JUGA: Sekda Kabupaten Sukabumi: Media dan Pemda Harus Saling Memahami

Iyos juga mengapresiasi kinerja Kecamatan Kebonpedes yang menyadari betul bahwa penanganan kesehatan bukan hanya tanggungjawab sektor kesehatan, akan tetapi menjadi tanggungjawab semua. “Sehingga penanganan stunting yang diawali dengan kesadaran dan diakhiri dengan kemandirian merupakan strategi efektif yang harus disuport oleh semua pihak,”pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut dilaksanakan pula pemberian makanan bergizi secara simbolis oleh Sekda dan Ketua Dharma Wanita Persatuan, Kabupaten Sukabumi.

Reporter : HUMAS SETDA/ADV
Redaktur : GARIS NURBOGARULLAH
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Tidak semua pasien positif virus corona harus tinggal di rumah sakit. Dilansir dari tempo.co, mereka yang tidak memiliki gejala dan layaknya orang sehat bisa melakukan isolasi mandiri...

SUKABUMIUPDATE.com - Setengah dari populasi Indonesia diperkirakan akan terinfeksi virus corona di Indonesia jika tak kunjung diberlakukan lockdown. Dilansir dari suara.com, hingga Jumat (27/3/2020), tercatat ada 893 kasus virus corona...

SUKABUMIUPDATE.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi merilis data lonjakan Orang Dalam Pemantauan (ODP) per hari ini, Sabtu (28/3/2020). Tercatat ODP yang sehari sebelumnya berjumlah 202 orang,...

SUKABUMIUPDATE.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penangananan Covid-19 Achmad Yurianto dianggap melontarkan kalimat kontroversial ketika memberikan keterangan pers soal perkembangan kasus corona di Indonesia. Dilansir dari suara.com, dalam pernyataan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya