Light Dark

Soal Teka-teki Calon Direktur PDAM, Ini Komentar Wali Kota Sukabumi Terpilih

Pemerintahan | 10 Sep 2018, 08:53 WIB
Wali Kota Sukabumi terpilih, Achmad Fahmi. | Herlan Heryadie

SUKABUMIUPDATE.com - Wali Kota sukabumi terpilih, Achmad Fahmi angkat bicara soal teka-teki calon Direktur PDAM Tirta Bumi Wibawa (TBW) Kota Sukabumi. Seperti diketahui, Direktur PDAM TBW Kota sukabumi kini dijabat oleh Kabag Teknik, Toto Sucipto sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Direktur sebelumnya, Anton Rachman Suryana melepas jabatan sebagai Direktur PDAM Tirta Bumi Wibawa (TBW) Kota sukabumi per 29 Agustus 2018 lalu. Serah terima jabatan Dirut PDAM TBW kepada Plt digelar Senin (3/9/2018) di Kantor PDAM TBW Kota Sukabumi.

"Salah satu tugas Plt harus bisa memfasilitasi untuk proses-proses pemilihan direktur PDAM yang baru. Seleksi direktur PDAM akan dilakukan melalui seleksi terbuka. Mekanisme pemilihan akan diatur nanti oleh Plt dan dewan pengawas. Mereka yang akan menyusun berdasarkan aturan yang ada," kata Fahmi kepada sukabumiupdate.com.


Advertisement

Fahmi menyebut, selama memenuhi kualifikasi dan sesuai aturan, siapapun yang nantinya akan meramaikan bursa pemilihan calon Direktur PDAM TBW yang baru, akan diperbolehkan. Baik dari kalangan akademisi, maupun profesional. Namun, hal itu tak berlaku untuk kalangan partai politik. Baik itu kader, pengurus, caleg, atau bahkan anggota dewan.

"Kalau partai politik, ya enggak boleh lah. Kalau dia ada di struktur partai politik enggak boleh. Anggota dewan, jelas enggak boleh. Masa direktur dari partai politik? Kan itu direktur, sifatnya BUMD. Pokoknya lewat seleksi terbuka nanti," lanjutnya.

BACA JUGA: Wali Kota Sukabumi Terpilih Upayakan Visi-Misi Kampanye Terakomodir APBD 2019


Advertisement

Fahmi berharap, siapapun yang nantinya terpilih sebagai Direktur PDAM TBW Kota sukabumi yang baru, bisa bersinergi dengan pemerintah daerah dalam melayani masyarakat. Terlebih, Fahmi menilai, keluhan masyarakat terhadap ketersediaan air bersih masih sangat tinggi. Selain itu, PDAM TBW sebagai BUMD bisa ikut berkontribusi dalam menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Sukabumi.

"Jadi dia harus berpikir keras bagaimana caranya menjamin ketersediaan air bersih. Lalu dia kan BUMD, jadi harus berkontribusi menghasilkan PAD. Kalau ditanya saya punya jagoan atau tidak, saya punya. Yang lolos seleksi terbuka, itu yang dijagokan. Artinya, siapapun yang jadi, itu yang harus kita dukung," pungkas Fahmi.

Image

Andri Somantri

Redaktur

Image

Andri Somantri

Redaktur

Image

HERLAN HERYADIE

Reporter