Menu

31 Agu 2018, 13:49 WIB

Atlet Peraih Medali Emas, Ujang Hasbulloh dapat Kadeudeuh dari Bupati Sukabumi

Ujang Hasbulloh saat menerima kadeudeuh dari Bupati Sukabumi melalui Dispora Kabupaten Sukabumi di Pendopo Sukabumi. | Sumber Foto:Garis Nurbogarullah

SUKABUMIUPDATE.com - Ujang Hasbulloh (23 tahun) penyumbang medali emas Asian Games 2018 pada cabang olahraga dayung di nomor pertandingan Men's Lightweight Eight (LM 8) atau ringan delapan putra, mendapat kadeudeuh dari Bupati Sukabumi melalui Dinas Pemuda dan olahraga (Dispora) Kabupaten Sukabumi di Gedung Negara Pendopo Jalan A Yani, Kota Sukabumi, Jumat (31/8/2018).

Atlet yang memiliki tinggi 167 cm asal Kampung Sukasirna RT 05/10, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten, mendapatkan medali emas Asian Games 2018 pada cabang olahraga dayung dalam pertandingan yang digelar di JSC Lake, Jumat (24/8/2018) lalu.

Kepala Dispora Kabupaten Sukabumi Iwan Kusdian mengatakan, bangga dan mengapresiasi ada atlet asal Sukabumi yang memperoleh emas di ajang Asian Games ini. Meskipun sebetulnya ada satu lagi atlet penahan yang ikut bertarung dalam kompetisi itu.

BACA JUGA: Ujang Hasbulloh Disambut Meriah di SMP Darul Amal Jampangkulon Sukabumi

"Kami bahagia dan bangga, mudah mudahan kedepan menjadi support bagi Sukabumi khususnya dalam pembinaan atlet kedepan dalam presentasi harus betul-betul konsen. Kita dari Dispora juga akan senantiasa memberikan support," ujarnya kepada sukabumiupdate.com.

Secara pribadi, kata Iwan, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, memberikan apresiasi dan penghargaan bahwa dengan prestasi ini membawa harum nama bangsa dan negara.

"Kalau bonus kan sudah ada dari kementerian dan menpora termasuk juga dari Kota Bandung, karena kang Ujang ini menjadi orang Bandung. Kalau Bupati memberikan apresiasi dan penghargaan, jangan dilihat dari isinnya tapi bentuk perhatian, serta kasih sayang atasa prestasi yang diperoleh warga Sukabumi," tandasnya.

Sementara itu, kepala seksi Anita Mulyani mengatakan sebagai masyarakat Sukabumi bangga ada seorang atlet internasional membawa nama Surade dan Sukabumi di ajang asean games. Ia berharap kedepan akan muncul ujang-ujang lain di Kabupaten Sukabumi membawa harum Sukabumi.

"Saat ini di Kabupaten Sukabumi belum terbentuk federasi olahraga dayung seluruh Indonesia. Jadi ujang sekarang membawa Kota Bandung dan ini memang salahsatu kekurangan kami terutama pembinaan KONI dan Dispora," jelasnya.

Anita mengaku, belum bisa meraih atlet-atlet yang berpotensi karena berbagai hal salah satunya organisasi yang belum ada, karena salahsatunya berangkat dari Induk organisasi. Walupun begitu tetap apresiasi kehadiran Ujang sebagai warga Surade.

BACA JUGA: Pulang Kampung Bawa Medali Emas, Pemuda Asal Surade Sukabumi Disambut Meriah

"Kita sudah menjanjikan bahwa siapapun atlet yang membawa Kabupaten Sukabumi juara di level nasional atau internasional akan dapat apresiasi dari pemda," akunya.

Meskipun Ujang, membawa nama Kota Bandung. Bupati Sukabumi secara pribadi memberikan kadedeuh. Bukanya tidak memberikan sesuai dengan apa yang kita janjikan. Bahkan keberangkatan Ujang ke Asean Games pun tanpa diketahui oleh Dinas termasuk camat juga.

"Yang kami tahu dan tercatat hanya Ranti Atlet Panahan Kabupaten Sukabumi yang memang masih tercatat sebagai atlet dan memperkuat Porda 2018 untuk Kabupaten Sukabumi," pungkasnya.

Reporter : GARIS NURBOGARULLAH
Redaktur : ANDRI S
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Banyak informasi beredar menyatakan bahwa virus penyebab COVID-19 sengaja dibuat atau produk rekayasa laboratorium. Dilansir dari tempo.co, hasil studi yang hasilnya telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine...

SUKABUMIUPDATE.com - Disinfektan menjadi salah satu bahan kimia yang penting buat masyarakat saat wabah virus corona sebab kandungan alkohol dan klorinnya dipercaya bisa membunuh mikroorganisme yang menempel pada barang-barang...

SUKABUMIUPDATE.com - Warga Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi mulai kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kilogram atau biasa dijuluki "Si Melon". Informasi yang dihimpun, kelangkaan terjadi sejak empat hari...

SUKABUMIUPDATE.com - Hari pertama pelaksanaan isolasi lokal di Kabupaten Cianjur, Senin (30/3/2020), Pemkab Cianjur baru menutup akses masuk dari luar kota melalui Jalur Puncak. Rombongan pemudik asal Jakarta pun dihentikan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya