Menu

25 Jul 2018, 14:24 WIB

Ramai di Medsos, SDN Gudang di Desa Balekambang Nagrak Sukabumi Butuh Perbaikan

Kepala Sekolah SDN Gudang menunjukkan atap yang hancur termakan usia. | Sumber Foto:Suhendi

SUKABUMIUPDATE.com – Beberapa hari ini sejumlah grup linimassa Sukabumi khususnya facebook ramai memperbincangkan kondisi SDN Gudang di Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi yang kondisinya memprihatinkan. Akun facebook Sugiri Waluya memosting video dan foto kondisi para siswa SDN Gudang yang harus belajar bergantian karena ruang kelasnya sudah tak layak pakai.

Postingan ini mendapatkan 75 komentar dan 192 kali dibagikan. Rabu pagi ini, (25/7/2018) sukabumiupdate.com mendatangi sekolah milik pemerintah yang berada di Kampung Pasantren RT 02/06, dan bertemu dengan Tatang Mulyana kepala sekolah dan sejumlah guru lainnya.

154 siswa sekolah yang dibangun tahun 1982 ini memang belajar dalam kondisi prihatin. Mereka harus berbagi ruang belajar karena dua ruang kelas sudah tidak diaktifkan akibat terancam ambruk.

Ruang kelas 2 dan 3 serta dua kamar mandi sudah tidak layak digunakan karena lapuk dimakan usia. Atap ruang kelas yang masih menggunakan bilik bambu sudah jebol dan rapuh.

“Kami tidak gunakan untuk belajar karena khawatir sewaktu-waktu ambruk dan membahayakan para siswa,” jelas Tatang Mulyana kepada sukabumiupdate.com.

Kekurangan ruang kelas ini, membuat murid harus belajar di panggung bagian depan yang biasa digunakan sebagai banguna serba guna. Sebenarnya kondisi bangunan sekolah ini nyaris ambruk semuanya, namun tahun 2003 ada bantuan bencana alam untuk satu lokal, dan berkat uluran tangan masyarakat, komite dan pihak sekolah, dana bisa digunakan untuk rehabilitasi tiga ruang kelas lainnya.

BACA JUGA: Iyus Yusuf: Disdik Kabupaten Sukabumi Bakal Rehab 140 Ruang Kelas

Enung Sopiah, salah seorang guru menambahkan, tahun 2017 silam ada bantuan perbaikan lagi namun hanya untuk satu ruang kelas. “Nah yang dua ruang kelas ini adalah bangunan lama yang hingga kini belum diperbaiki sehingga kondisinya rabuh dan sudah rusak dibagian atap dan lainnya.”

Tatang dan Enung berharap, ada banguan segera untuk dua lokal yang sudah lapuk termakan usia ini. Tak hanya ruang kelas, sekolah ini juga membutuhkan perbaikan fasilitas lainnya agar proses belajar mengajar lebih baik.

BACA JUGA: Diliburkan, Dua Sekolah di Kabandungan Sukabumi Rusak Diguncang Gempa

“Mulai ruang guru, wc yang layak, perpustakaan, ruang serba guna juga tempat ibadah. Serta mebeler seperti bangku siswa, meja guru, lemari, papan tulis mohon untuk dilengkapi,sehingga siswa dan guru merasa nyaman dalam melaksanakan kegiatan nya,” sambung Tatang Mulyana.

Redaksi sukabumiupdate.com, sudah berusaha mengkonfirmasi hal ini kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, namun belum mendapatkan tanggapan.

Reporter : SUHENDI
Redaktur : FIT NW
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merespons keluhan salah seorang warganet yang melaporkan soal adanya kasus corona di sebuah pabrik di Cikarang, Jawa Barat. Dilansir dari suara.com, Kang...

SUKABUMIUPDATE.com - Kecelakaan lalu lintas dialami kendaraan wisatawan di Jalan Raya Palabuhanratu KM 29, Desa Sukaharja, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (4/7/2020). Sebuah sedan Honda City dengan polisi B 1295...

SUKABUMIUPDATE.com - Dua orang pasien Covid-19 di Kota Sukabumi dinyatakan sembuh. Mereka yang sembuh merupakan seorang laki-laki asal Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh dan seorang lagi perempuan asal Kelurahan Cipanengah,...

SUKABUMIUPDATE.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto melaporkan penambahan pasien Covid-19 baru pada hari ini, Sabtu, 4 Juli 2020, sebanyak 1.447 orang. “Sehingga total menjadi 62.142 kasus,”...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya