Menu

17 Jul 2018, 18:54 WIB

Tandatangani APIP dan APH, Bupati Sukabumi: Pelanggaran Korupsi Harus Menurun

Bupati Sukabumi Marwan Hamami saat menandatangani kerjasama dengan APIP dan APH di Aula Barat Gedung Sate, Selasa (17/7/2018). | Sumber Foto:Humas Setda

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Provinsi Jawa barat menggelar penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) dan Aparat Penegak Hukum (APH) terkait penanganan laporan atau pengaduan masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan di Aula Barat Gedung Sate, Selasa (17/07/2018).

Dengan kerja sama APIP dan APH antara Pemerintah daerah (Pemda) dan penegak hukum diharapkan memaksimalkan peran pencegahan tindak korupsi di lingkungan pemerintahan. Hal Ini dilakukan dalam rangka untuk mewujudkan penyelenggaraan Pemda yang strategis.

Inspektur Daerah Propinsi Jawa barat Moch Solihin yang membacakan sambutan tertulis Pj. Gubernur Jawa barat yang menyampaikan bahwa koordinasi APIP dan APH bukan untuk melindungi kejahatan atau menutupi tidak pidana korupsi.

 

"Kordinasi APIP dan APH ditujukan untuk menghindari terjadinya perasaan khawatir terhadap penyelenggaraan pemerintahan dalam bertindak karena takut melakukan kesalahan administrasi yang kemudian dapat dipidanakan sehingga dampaknya akan menghambat pembangunan," jelasnya. 

Dalam kegiatan tersebut Bupati Sukabumi  Marwan Hamami melakukan penandatanganan PKS bersama dengan 27 bupati dan walikota, Kejaksaan Negeri dan Kepala Kepolisian Resort Kabupaten dan kota se -Wilayah Jawa barat.

BACA JUGA: Percantik Ibu Kota, Bupati Sukabumi Bangun Pusat Kegiatan Masyarakat

Marwan mengatakan, kesepakatan APIP dan APH ini adalah terobosan penanganan beberapa persoalan yang ada di birokrasi bisa diselesaikan secara internal dan secara psikologis dapat memberikan satu dampak positif dan diingatkan untuk melakukan perbaikan atau perubahan prilaku.

"Diharapkan dalam sisi ini bisa dilakukan salah satu ruang percepatan penanganan sehingga tingkat pelanggaran korupsi akan menurun, dan harus menurun," tegasnya.

Reporter : HUMAS SETDA
Redaktur : KHAERU SOBRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Bubble tea minuman yang terdiri teh, susu, dan bubble ini salah satu minuman yang sedang digemari. Namun jika mengkonsumsi bubble tea secara berlebihan dapat berdampak buruk pada...

SUKABUMIUPDATE.com - Kasus pneumonia di Wuhan mendapat perhatian dari organisasi kesehatan dunia (WHO) karena dinilai cukup meresahkan komunitas-komunitas tertentu, seperti yang berinteraksi dengan pasat laut atau pasat hewan lain....

SUKABUMIUPDATE.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi mulai hari ini, Selasa (21/1/2020) melaporkan proses pendaftaran PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) untuk Pilkada 2020. Warga yang mendaftar PPK setiap kecamatan...

SUKABUMIUPDATE.com - Pengendara motor nopol F 6550 OV masuk kolong truk kapsul nopol B 9452 TFU di ruas jalan Nasional Sukabumi- Bogor, tepatnya di Kampung Parungkuda, Desa Parungkuda, Kecamatan...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya