Menu

05 Agu 2020, 12:45 WIB

50 Korban Investasi Bodong Cianjur Asal Sukabumi Alami Kerugian Hingga Rp 3 Miliar Lebih

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni. | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Polres Sukabumi Kota membuka posko pengaduan di Mapolres dan 15 Polsek yang ada di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota terkait kasus investasi bodong di Cianjur.

"Kami jajaran Polres Sukabumi Kota sudah membuka posko pengaduan terkait penipuan investasi yang terjadi di Cianjur, (posko) di 15 Polsek dan di Polres. Dari data yang masuk sampai jam saat ini, di (posko Polsek) Sukalarang kita sudah menerima laporan dari dua reseller, yang satu ketua, yang satu resellernya. Yang ketuanya mereka menghimpun 42 konsumen, di mana kerugian nilai investasi yang mereka tanamkan sekitar Rp 3.368.900.000. Kemudian dari reseller satu lagi, 8 orang konsumennya, menghimpun dana sekitar Rp 131.850.000," kata Kapolres Sukabumi Kota Sumarni kepada awak media, Selasa (4/8/2020).

BACA JUGA: Korban Investasi Kurban Bodong Lebih 1000 Orang, Dari Cianjur, Sukabumi dan Bandung Barat

Menurut dia, Mako Polres baru menerima informasi adanya satu korban penipuan investasi tersebut, tapi korbannya belum melaporkan karena masih bekerja dan sudah menghubungi dengan nilai kerugian sekitar Rp 1,2 juta. "Kalau di Polsek-polsek lain belum ada laporannya, baru di Sukalarang dan Polres," jelas Sumarni.

Sumarni mengungkapkan, para korban tersebut ada yang merupakan karyawan perusahaan. Sementara itu, sambung Sumarni, pola yang dilakukan dalam penipuan investasi tersebut berjalan seperti pola Multi Level Marketing (MLM).

BACA JUGA: Penipuan Arisan Umroh hingga Hewan Kurban di Cianjur, Korbannya Ada dari Sukabumi

"Ada karyawan di dua perusahaan yang sebagian besar ada di sana. (Mereka menjadi korban) karena diprospek oleh masing-masing reseller yang ada di sana juga, yang kebetulan juga mungkin sudah mengadakan investinya terlebih dahulu di Cianjur. Jadi seperti MLM, mencari donwline-nya, kemudian dapatlah seperti apa yang tadi saya sampaikan," ungkap Sumarni.

"Penanganan selanjutnya kita akan berkoordinasi dengan Polres Cianjur, apakah disatukan di sana atau kita juga buka penanganannya di sini untuk reseller yang di Sukabumi. Kalau misalnya disatukan, kita akan limpahkan ke Polres Cianjur. Kita koodinasikan," pungkasnya.

Reporter : OKSA BC
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Kasus pencabulan anak di bawah umur yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri alias hubungan inses yang terjadi di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, mendapat sorotan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan...

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan tes usap massal diprioritaskan untuk daerah-daerah dengan risiko penularan yang tinggi. Hal ini disampaikan Doni menjawab desakan agar pemerintah melakukan 3T,...

SUKABUMIUPDATE.com - Penetapan dan pengambilan nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi melahirkan euforia. Nomor urut pasangan calon dikapitalisasi dalam berbagai sudut pandang, bahkan sampai pada pendekatan mistik. Pasangan...

SUKABUMIUPDATE.com - Demi menjaga keamanan dan ketertiban pada Pilkada Kabupaten Sukabumi tahun 2020, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukabumi akan menerjunkan ribuan Anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya