Menu

05 Peb 2020, 20:15 WIB

Jalani Operasi Ketiga, Pemuda Korban Pembacokan Geng Motor di Benteng Sukabumi

Berlian Nata Sindu (21 tahun), korban pembacokan gerombolan bermotor yang hingga kini masih menjalani perawatan di RSUD Syamsudin SH Kota Sukabumi. | Sumber Foto:Oksa BC

SUKABUMIUPDATE.com - Berlian Nata Sindu (21 tahun), korban pembacokan gerombolan bermotor hingga kini masih menjalani perawatan di RSUD Syamsudin SH Kota sukabumi, Rabu (5/2/2020).

Ketua Tim Informasi dan Penanganan Keluhan RSUD Syamsudin SH Muhammad Yusuf Ginanjar mengatakan, Berlian sudah menjalani operasi dan saat ini sedang menjalani observasi di ruang intensif.

BACA JUGA: Benarkah Pembacokan Pemuda di Benteng Sukabumi Aksi Balas Dendam Geng Motor?

"Terakhir saya lihat tadi pagi, kondisinya stabil. Kalau untuk operasi tulang rusuk, saya belum dapat informasi tentang itu," kata Yusuf kepada sukabumiupdate.com.

Yusuf mengungkapkan, kondisi Berlian bisa dikatakan memang sudah ada perbaikan. Kendati demikian, Berlian harus tetap menjalani observasi. "Untuk sementara informasinya seperti itu dulu, nanti kalau ada perkembangan kita infokan lagi," tambah Yusuf.

BACA JUGA: Lima Luka Bacokan Satu Tembus Paru-paru, Korban Geng Motor di Benteng Sukabumi

Sebelumnya, Berlian tiba-tiba saja diserang gerombolan bermotor di Gang Sirna Kampung Babakan Sirna RT 04/03, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi pada Selasa, 4 Februari 2020 dini hari. 

Akibat kejadian ini anak dari Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Warudoyong sekaligus Wakil Ketua MPO Pemuda Pancasila Sukabumi Dankih AS Nuklir ini mengalami luka bacokan di bagian kepala, badan dan kaki. 

BACA JUGA: Anak Dangkih AS Nuklir Dibacok Gerombolan Bermotor di Benteng Sukabumi

Sementara itu, Dankih AS Nuklir menuturkan, saat ini anaknya tersebut sedang menjalani operasi yang ketiga. "Kondisinya lagi operasi ketiga, masih di ruang operasi. Mohon doanya," singkat Dankih.

Dankih menegaskan, dirinya meminta pihak kepolisian untuk bisa segera mengungkap kasus yang menimpa anaknya tersebut. Dankih berharap, peristiwa memilukan ini menjadi yang terakhir kalinya di Kota Sukabumi.

"Kita memberikan waktu yang secapat-cepatnya agar bisa menangkap dan menghukum pelaku," tandas Dankih.

Reporter : OKSA BC
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Disinfektan menjadi salah satu bahan kimia yang penting buat masyarakat saat wabah virus corona sebab kandungan alkohol dan klorinnya dipercaya bisa membunuh mikroorganisme yang menempel pada barang-barang...

SUKABUMIUPDATE.com - Warga Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi mulai kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kilogram atau biasa dijuluki "Si Melon". Informasi yang dihimpun, kelangkaan terjadi sejak empat hari...

SUKABUMIUPDATE.com - Hari pertama pelaksanaan isolasi lokal di Kabupaten Cianjur, Senin (30/3/2020), Pemkab Cianjur baru menutup akses masuk dari luar kota melalui Jalur Puncak. Rombongan pemudik asal Jakarta pun dihentikan...

SUKABUMIUPDATE.com - Puluhan ibu-ibu di Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi menggeruduk kantor Desa Citarik, Senin (30/3/2020). Para ibu-ibu tersebut melakukan demontrasi ke kantor desa lantaran kesal masih ditagih oleh...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya