Menu

25 Jan 2020, 12:38 WIB

Viral Pelaku Begal Warteg Kelahiran Sukabumi? Polisi Tangkap Heru Wahono di Sumsel

Heru Wahono masuk DPO Polda Metro Jaya diduga terkait begal warteg di Jakarta Selatan | Sumber Foto:ISTIMEWA

SUKABUMIUPDATE.com – Warga net sukabumi sejak kemarin heboh dengan daftar pencarian orang (DPO) tiga pelaku begal warteg di Jakarta Selatan yang videonya viral di media sosial. Salah seorang pelaku Hero Wahono disebut dalam list DPO tersebut sebagai pemuda kelahiran Sukabumi tahun 1998.

Hampir semua netizen membagikan informasi ini ke grup medsos sukabumi. Dari penelusuran jejak digital informasi soal DPO Heru Wahono kelahiran Sukabumi dishare di sejumlah grup facebook yang berisi netizen sukabumi, mulai dari cikidang beautiful zone, warga sukabumi facebook, mypalabuhanratu dan masih banyak lagi.

Informasi ini masih sulit dikonfirmasi apakah Heru ini warga Sukabumi atau berasal dan kelahiran Sukabumi saja. Paur Humas Polres Sukabumi, Ipda Aah Saeful Rohman menjelaskan sejauh Polda Metro Jaya belum berkordinasi soal salah seorang pelaku (Hero Wahono) yang disebut-sebut kelahiran Sukabumi.

“Polres Sukabumi pasti membantu apalagi kalau dpo indikasinya ada di Sukabumi,” singkat Aah.

Informasi terkini, Sabtu dinihari tadi (25/1/2020) Polres Jakarta Selatan berhasil menangkap Heru Wahono, di Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. "Pelaku ditangkap di Batu Marta Unit 11," ujar Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Bastoni Purnama, dikutip dari tempo.co.

Bastoni menjelaskan Heru bersembunyi di rumah salah satu kerabatnya di sana. Ia lari ke luar kota untuk menghindari kejaran polisi setelah video aksi begalnya viral di media sosial. "Dia kami kenakan Pasal 365 KUHP, yakni pencurian dengan pemberatan," kata Bastoni. 

 

Kepolisian Resor Jakarta Selatan menangkap salah satu pelaku begal warteg di Sumatera Selatan, Sabtu, 25 Januari 2020. Istimewa

Aksi kriminalitas begal oleh Heru Cs terjadi di warteg Mamoka Bahari Jalan Soelaiman, Petukangan, Pesanggerahan, Jakarta Selatan pada Selasa dinihari, 21 Januari 2020 pukul 01.00. Dalam rekaman video viral itu, tiga pria mengancam pengunjung warteg dengan celurit. 

Awalnya, tiga pelaku begal itu berdiri di depan warteg dan memantau situasi serta korban. Kemudian dua pelaku masuk ke dalam warteg dan menyergap korban yang tengah memesan makanan. 

BACA JUGA: Setelah Begal Payudara, Sekarang Teror Begal Bokong

Salah satu pelaku yang mengenakan topi membawa celurit dan mengancam korban dengan posisi siap membacok. Sementara pelaku lainnya yang mengenakan kaus hijau mengambil paksa handphone korban.

Di bawah ancaman celurit, korban begal warteg pasrah saat handphone-nya dirampas. Video viral dari rekaman CCTV warteg juga memperlihatkan pelaku sempat mengacungkan kembali celurit ke korban sebelum akhirnya pergi menggunakan motor. 

 

Redaktur : FIT NW
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Memanaskan makanan sudah jadi kebiasaan bagi masyarakat perkotaan. Entah karena kesadaran untuk tidak membuang-buang makanan atau tidak memiliki waktu untuk memasak makanan segar.  Banyak yang mengatakan bahwa makanan...

SUKABUMIUPDATE.com - Pandemi Covid-19, gelombang tinggi, hingga guyuran hujan tak menyurutkan para pelancong lokal hingga luar daerah yang ingin menghabiskan waktu libur panjang dan cuti bersama di pengujung Oktober...

SUKABUMIUPDATE.com - Masa depan bek Bayern Munich David Alaba di klub juara Eropa ini masih belum jelas setelah pembicaraan kontraknya selama berbulan-bulan tak kunjung mencapai kemajuan ke arah kontrak...

SUKABUMIUPDATE.com - Netflix pada pekan ini mengumumkan telah menaikkan harga berlangganannya di Amerika Serikat, demikian diwartakan sejumlah media seperti Digital Trends dan CNBC. Melansir Suara.com, untuk paket standar, harga Netflix...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya