Menu

12 Sep 2019, 06:30 WIB

Orangtua Anak Korban Cabul Bos Es Krim di Sukamantri Cisaat Minta Pelaku Dihukum Berat

PN (33 tahun), ibunda dari SA (14 tahun), bocah yang dicabuli bos es krim di Desa Sukamantri, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi saat melapor ke Mapolres Sukabumi Kota, Rabu (11/9/2019). | Sumber Foto:Oksa BC

SUKABUMIUPDATE.com - PN (33 tahun) meminta agar D (40 tahun) dihukum seberat-beratnya. D tak lain adalah bos es krim asal Sukamantri, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi yang diduga mencabuli anak kandung PN, yakni SA (14 tahun).

"Harapan dan masa depan anak saya itu kan masih panjang," ungkap PN kepada sukabumiupdate.com, saat melapor ke Mapolres Sukabumi Kota, Rabu (11/9/2019).

BACA JUGA: Cabuli Bocah Pemulung, Bos Es Krim di Cisaat Juga Paksa Anak Lainnya Tonton Film Porno

SA merupakan anak kedua dari enam bersaudara pasangan PN (33 tahun) dan SA (42 tahun) warga Bankongreang RT 08B/03 Desa Sukamantri, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Kasi Kesra Desa Sukamantri, Mudi Mauludi mengatakan, awalnya kejadian tersebut akan diselesaikan secara kekeluargaan, karena tersangka D telah meminta maaf dan datang ke rumah korban. "Tapi warga yang lain menjadi resah dan takut ada korban lagi, sehingga atas dorongan warga makanya dilaporkan," tegas Mudi.

BACA JUGA: Bocah Pemulung Jadi Korban Pencabulan Bos Es Krim di Cisaat

Diberitakan sebelumnya, Nasib malang dialami SA, anak perempuan yang menjadi korban pencabulan tetangganya sendiri, seorang bos perusahaan es krim berinisial D. Belakangan diketahui, aksi bejat itu dilakukan D sejak dua tahun ke belakang, namun baru diketahui empat hari yang lalu.

Reporter : OKSA BC
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus berupaya dalam memutus penyebaran pandemi Covid-19 atau virus Corona. Salah satunya, yakni larangan memarkirkan kendaraan baik roda dua maupun roda empat di area...

SUKABUMIUPDATE.com - Epidemiolog Pandu Riono meragukan protokol Covid-19 di kantor yang dibuat Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto bakal dipatuhi. Dilansir dari tempo.co, ia berpatokan pada rendahnya tingkat kepatuhan masyarakat dalam...

SUKABUMIUPDATE.com - Seorang tenaga kesehatan (nakes) Kota Sukabumi berinisial A, harus menelan pil pahit saat dirinya dinyatakan sebagai pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalani isolasi di RSUD R Syamsudin...

SUKABUMIUPDATE.com - Pemberlakuan absensi shareloc live diberlakukan bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur di hari pertama masuk kerja, Selasa (26/5/2020). Shareloc live dikirim sejak pagi dan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya