Menu

06 Jul 2019, 15:33 WIB

Pedagang Kopi yang Tewas di Cibadak Ternyata Pernah Diusir Warga Nagrak

Kontrakan atau warung yang ditempati korban pedagang kopi yang ditemukan tewas dengan leher tergorok di Cibadak, beberapa waktu lalu. | Sumber Foto:Istimewa.

SUKABUMIUPDATE.com - Saeful Idris (32 tahun) pedagang kopi yang ditemukan tewas dengan leher nyaris putus dalam kontrakan sekaligus warungnya di Kampung Babakan Anyar RT 08/03 Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, hari Rabu (3/7/2019) sore silam, ternyata pernah diusir warga. Pemuda asal Aceh ini sebelumnya berjualan kopi di wilayah Nagrak dan diusir oleh warga setempat karena warungnya menjadi lokasi nongkrong anak muda dan ini dianggap meresahkan.

Hal ini ditegaskan Ucip Sucipto, sekretaris RT 01 RW 01 Kampung Pamuruyan, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak saat ditemui wartawan, Jumat kemarin (5/7/2019). “Korban itu dulu pernah tinggal dan ngontrak di rt sini, sama jualan kopi juga.”

BACA JUGA: Pedagang Kopi Tewas Digorok di Cibadak, Tetangga: Tak Jelas Jualan Apa

Menurut Ucip, saat berdagang di wilayahnya korban juga tidak melapor atau izin. Warung kopi korban makin hari makan ramai, terutama oleh anak-anak muda yang hilir mudik datang dan pergi, bahkan jadi lokasi nongkrong. 

 “Warga protes dan curiga, kemudian saya cek langsung ke lokasi karena mendapatkan banyak laporan bahwa tidak hanya kopi yang dijual di warung milik korban. Saya pura-pura beli kopi, ternyata nggak bisa dilayani karena nggak ada air panasnya. Ini yang membuat kami makin curiga,” tutur Ucip.

BACA JUGA: Kantongi Rekaman CCTV, Polisi Sebut Pembunuh Pedagang Kopi Cibadak Masih Orang Dekat

Lalu sambung Ucip, sekitar bulan Maret dan April 2019 warga mendatangi warung milik korban, dan memintanya untuk tidak berdagang lagi di wilayah RT tersebut. “Intinamah didemo karena warga resah, waktu didemo, nggak lama orang itu langsung menghilang. Saya nggak tahu pindah kemana, dan kemaren rame-rame yang mati di cibadak ternyata orang itu, yang kita usir,” pungkas Ucip.

Hal senada diungkapkan Jumari, pedagang yang berjualan disebelah warung korban di Kampung Pamuruyan Nagrak. “Demo warga waktu itu bukan kekerasan, warga datang rame rame meminta orang itu pindah, persuasiflah minta orang itu pindah karena keberadaannya menganggu dan dianggap meresahkan,” pungkasnya singkat.

Sekedar informasi, lokasi warung tempat pembunuhan Saeful di Cibadak hanya berjarak kurang dari 500 meter dari kontrakan lamanya di Pamuruyan Nagrak. Dua lokasi ini beredekatan hanya terpisah jalan nasional Suryakencana Cibadak penghubung Sukabumi dan Bogor.

Kasus pembunuhan ini, masih ditangani oleh jajaran Polsek Cibadak. Polisi sudah mengumpulkan banyak informasi terutama rekaman sejumlah CCTV di sekitar lokasi pembunuhan.

Redaktur : FIT NW
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kabupaten Sukabumi, kembali mendapatkan bantuan dalam penanganan wabah Virus Corona atau Covid-19. Kali ini, bantuan yang diterima berupa 100 buah Alat Perlindungan Diri (APD) dari Jaringan...

SUKABUMIUPDATE.com - Jumlah kasus infeksi virus Corona di seluruh dunia tercatat terus naik dan menjadi sekitar 1.5 juta orang. Dilansir dari tempo.co, virus yang menyebabkan sakit radang paru-paru ini...

SUKABUMIUPDATE. com - Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Hendar Darsono membagikan ratusan paket sembako kepada warga Kampung Cibolang RT 33/08, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Rabu...

SUKABUMIUPDATE.com - Dilansir dari tempo.co, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo menerbitkan surat edaran agar pegawai negeri sipil (PNS) di wilayah dengan status pembatasan sosial berskala...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya