Light Dark

Sosok Dian, Ojol Perempuan yang Diserang Gerombolan Bersenjata Tajam di Cisaat Sukabumi

Hukum | 13 Apr 2019, 07:17 WIB
Pengemudi ojek online perempuan, Dian (42 tahun) menjalani perawatan di rumah sakit. Dian mengaku diserang gerombolan orang bersenjata tajam di Jalan Raya Sukabumi, tepatnya di pertigaan jalan menuju Mangkalaya, Kecamatan Cisaat, Kamis (11/4/2019). | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Dian Rosdiana, pengemudi Ojek Online (ojol) perempuan diduga diserang gerombolan orang bersenjata tajam yang tak dikenal di Jalan Raya Sukabumi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Kamis (11/4/2019) sekitar Pukul 23.30 WIB.

Peristiwa tragis yang dialami Dian ini terjadi saat dirinya dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Kampung Parungbaliung RT 08/03, Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, setelah mengantarkan penumpang. Dalam perjalanan itu korban diikuti enam orang yang menumpangi dua motor dari daerah Rambay. Saat di lokasi kejadian tepatnya dekat pertigaan jalan menuju Mangkalaya, pelaku menghunuskan senjata tajam. 


Advertisement

BACA JUGA: Ojek Online Perempuan Dibacok Enam Orang Tak Dikenal di Pertigaan Mangkalaya Sukabumi

Korban berhasil menghindar akan tetapi jatuh dari motornya. Korban saat itu menyadari dari mulutnya keluar darah serta terdapat luka sobek pada kakinya. Lalu korban tak sadarkan diri. Korban lalu dibawa ke RS Betha Medika kemudian dirujuk pada Jumat (12/4/2019) ke RSUD R Syamsudin SH.

Luka yang dialami korban yaitu luka sobek di kaki kanan, lalu luka pada bagian wajah serta tangan. Hingga Sabtu (13/4/2019), Dian masih menjalani perawatan di RSUD R Syamsudin SH.


Advertisement

Dian mengungkapkan, menjadi driver Ojek Online sejak sekitar satu tahun yang lalu, demi menghidupi keenam anaknya. "Anak saya yang paling kecil itu perempuan usia 7 tahun," kata Dian kepada sukabumiupdate.com.

Menurut dia, suaminya bekerja sebagai sopir taksi di Jakarta namun jarang pulang ke rumah, sehingga Dian harus bekerja keras untuk menafkahi anak-anaknya.

"Si Bapak itu kerjanya jadi supir taksi di Jakarta, tapi sudah jarang pulang, jadi saya harus bekerja untuk menghidupi anak-anak saya," tandasnya.

Image

Andri Somantri

Redaktur

Image

Andri Somantri

Redaktur

Image

CRP 1

Reporter