Menu

Rabu, 06 Pebruari 2019, 20:54 WIB

Istri Meninggal, Kades Tersangka Kasus Dana Desa di Sukabumi Tak Hadiri Pemakaman

YL dan EN, dua oknum kepala desa saat diperiksa tim penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi pada 31 Desember 2019 lalu. | Sumber Foto:Dok./sukabumiupdate.com

SUKABUMIUPDATE.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi menetapkan dua Kepala Desa (Kades) sebagai tersangka dugaan kasus penyelewengan Anggaran Dana Desa (ADD) dan alokasi Dana Desa (DD) tahun 2017.

Salah satunya EN, Kepala Desa Pagelaran, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi. Pria yang menjabat selama dua periode ini tersangkut masalah penggunaan dana desa dan mengundurkan diri pada Maret 2018 lalu sebelum habis masa jabatannya di Oktober 2019. MN berdasarkan penghitungan inspektorat telah menggunakan DD dan ADD tahun 2017 senilai RP 636.513.475.

BACA JUGA: Kejari Tetapkan Dua Kades di Kabupaten Sukabumi Sebagai Tersangka Korupsi

EN diperiksa pada 31 Januari 2019 lalu. Usai diperiksa, EN bersama satu kades lainnya, yakni YL diamankan Kejari Kabupaten Sukabumi.

Ditengah-tengah kasus tersebut, EN ditinggalkan istri tercintanya. Senin (4/2/2019) lalu, istri EN berinisial KA meninggal dunia di usia 51 tahun. KA meninggal akibat penyakit kanker payudara yang diderita sejak dua tahun terakhir. Kondisi KA kian memburuk setelah mengetahui suaminya tersangkut kasus dugaan penyelewengan dana.

Salah seorang kerabat EN, Mimil Milati (40 tahun) mengatakan, EN meninggalkan tiga orang anak, dan salah satu diantaranya masih duduk di bangku sekolah.

 

"Anak-anaknya sangat kehilangan. Apalagi kedua orang tua mereka pergi di waktu yang hampir bersamaan," ungkap Mimil pada sukabumiupdate.com, Rabu (6/2/2019).

Lebih lanjut Mimil menjelaskan, saat prosesi pemakaman istri EN, banyak sekali pelayad yang berdatangan. Dan masyarakat Desa Pagelaran hampir semua mengahadiri pemakaman, menunjukan rasa simpati.

"Banyaknya pelayad membuat keluarga dan anaknya tegar dan sabar," sambung Mimil.

BACA JUGA: Sebelum Ditahan, Dua Kades Terduga Koruptor di Kabupaten Sukabumi Dicecar 30 Pertanyaan

Namun sayangnya, sang suami, yakni EN tak nampak datang di pemakaman. Pihak keluarga juga membenarkan EN tak bisa hadir di pemakaman, namun tak menjelaskan lebih lanjut perihal alasan ketidakhadiran EN.

Salah seorang staf Desa Pagelaran, Asep Samsu (42 tahun) membenarkan, banyak pelayad yang datang ke pemakaman istri EN. Sayangnya, dari sekian banyak pelayad tak nampak sosok EN.

"Saya tak melihat beliau (EN, red). Yang saya lihat beberapa pejabat kecamatan dan Apdesi yang mendatangi rumah duka," ungkap Asep.

Menurut Asep tak ada kemarahan dari warga terkait kondisi EN yang saat ini menjadi penghuni Lapas Warungkiara sebagai tahanan Kejari Kabupaten Sukabumi. Hal itu nampak dari antusias warga yang datang ke rumah duka saat itu dan ikut menyolatkan almarhumah.

"Warga dan kami selaku staf Desa Pagelaran hanya bisa mendoakan semoga Bapak segera dapat menyelesaikan permasalahannya, soal Dana Desa itu. Kami juga mendoakan istri beliau diberikan tempat terbaik di sisi-Nya," pungkas Asep.

Reporter : DEMMI PRATAMA
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Desa Caringinunggal, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, menerapkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Dana Desa (SiLPA DD) tahun anggaran 2019 berupa infrastruktur akses penunjang wisata desa. BACA JUGA: Trika Waluran...

SUKABUMIUPDATE.com Masyarakat adat Baduy di Desa Kanekes, Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten menolak bantuan dana desa sebesar Rp 2,5 miliar yang dikucurkan pemerintah untuk pembangunan infrastuktur guna menunjang pertumbuhan ekonomi di daerah...

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Agus Mulyadi, menanggapi sorotan Bupati Marwan Hamami saat menerima ratusan buruh di Pendopo Sukabumi, Rabu (6/2/2019) malam. Agus meyakinkan, keputusan penjualan aset PT...

SUKABUMIUPDATE.com - Ratusan buruh yang tergabung dalam Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Sukabumi mengontrog Pendopo Sukabumi, di Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi, Rabu (6/2/2019). Mereka diterima oleh Bupati Sukabumi, Marwan...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya