Menu

Senin, 10 Desember 2018, 12:16 WIB

TKW Sukabumi Nikah Liar di Arab Saudi, SBMI Ingatkan Bahayanya!

Tim DPLN SBMI Kota Jeddah. | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Keputusan sejumlah tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia di Arab Saudi untuk nikah liar dengan warga negara asing dipastikan berbuah masalah. Nikah liar ini di Arab Saudi merupakan perbuatan melanggar hukum, dengan ancaman hukum cambuk dan rajam.

Terbaru, tanggal 5 Desember 2018 silam, tim DPNL (Dewan Perwakilan Luar Negeri) SBMI (Serikat Buruh Migran Indonesia) Jeddah mengevakuasi JS, perempuan asal Cicantayan Kabupaten Sukabumi yang menjadi korban kekerasan oleh suami nikah liarnya. “JS ini menikah liar, siri, dengan warga negara Yaman dan mereka tinggal di kota Jeddah,” jelas Kominfo DPLN SBMI Jeddah, Roland Kamal kepada sukabumiupdate.com, Senin (10/12/2018).

JS langsung dievakuasi ke Kantor KJRI di Jeddah, dan dari pemeriksaan awal diketahui perempuan ini sudah berbadan dua (hamil) hasil hubungannya dengan pria Yaman tersebut. Selama mengarungi kehidupan berumah tangga tanpa pernikahan resmi, JS sering menjadi korban tindak kekerasan oleh suaminya.

“Kebanyakan tindak kekerasan fisik dengan tangan dan kaki, masih banyak bekas lebam di tubuh JS,” sambung Roland.

Saat ini JS sedang menunggu proses pemulangan ke Indonesia, Sukabumi. Menurut Roland, JS diprioritaskan untuk secepatnya pulang karena usia kandungannya sudah enam bulan.

BACA JUGA: JS TKW Korban KDRT di Saudi, Janda Anak Satu Pegang KTP Cibadak Tinggal di Cicantayan

“Kalau masuk tujuh bulan kehamilan kan tidak diperbolehkan naik pesawat, artinya korban ini bisa melahirkan di Suadi. Sedang kita upayakan dipulangkan secepatnya.”

Kasus nikah liar atau siri dengan WNA di Arab Saudi ini menurut SBMI menjadi salah satu fokus pejabat konsuler KJRI di Jeddah. “KJRI prihatin karena kasus ini banyak terjadi dan dilakukan oleh TKW kita, mereka tidak mengetahui resiko nikah liar dengan warga asing secara Ilegal. Menurut hukum Arab Saudi, kedua melanggar hukum Ahya kalau di Indonesia hukum asusila, di mana para pelaku akan di kenai sanksi hukuman cambuk atau rajam,” pungas Roland.

Redaktur : FIT NW
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Nurhasanah (41 tahun) warga Kampung Cilangla RT 07/04 Desa Cireunghas, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi akhirnya bisa berkumpul kembali bersama keluarga tercintanya. Seperti diberitakan sebelumnya, Nurhasanah sempat dinyatakan...

SUKABUMIUPDATE.com - Nasib nahas menimpa MS (16 tahun), warga Desa Ciparay, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi. Gadis yang diduga jadi korban percobaan tindak pencabulan ini babak belur setelah terjatuh dari...

SUKABUMIUPDATE.com - Aksi demontrasi sejumlah mahasiswa ke Pemkot Sukabumi belum bisa ditemui oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, pasalnya Achmad Fahmi saat ini masih berada di Kota Batam...

SUKABUMIUPDATE.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi tidak lagi bisa memberikan bantuan baperstok kepada warga korban bencana. Anggaran untuk baperstok sudah habis disalurkan kepada para korban bencana. Kepala...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya