Menu

15 Nov 2018, 17:57 WIB

Catatan Kejari Cibadak, Kasus Narkoba Tempati Urutan Kedua Setelah Pencabulan Anak

Kejari Cibadak Kabupaten Sukabumi memusnahkan ganja kering seberat 4, 45 kilogram dan 38 tungku pembakaran batu sinabar yang merupakan alat untuk mengolah batu sinabar menjadi mercuri. | Sumber Foto:Saepul Ramdani

SUKABUMIUPDATE.com - Ganja kering seberat 4,45 kilogram dimusnahkan pihak Kejari Cibadak Kabupaten Sukabumi, Kamis (15/11/2018). Barang bukti ganja ini dari 16 kasus yang sudah inkracht atau berkekuatan hukum.

Selain ganja, dimusnahkan juga 38 tungku pembakaran batu sinabar yang merupakan alat untuk mengolah batu sinabar menjadi mercuri. Sama seperti kasus ganja, kasus batu sinabar ini sudah incraht atau berkekuatan hukum.

BACA JUGA: Pengedar dan Kurir Sabu Dibekuk Satnarkoba Polres Sukabumi

Pemusnahan yang dipimpin Kajari, Alex Sumarna ini dilakukan di parkiran kantor Kejari Cibadak. Ganja dimusnahkan dengan cara dibakar sedangkan tungku dipotong gergaji mesin.

"Barbuk itu 16 kasus ganja dan satu kasus batu sinabar. Semua barang bukti itu mulai dari bulan Februari sampai sekarang," ujar Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan, Gema Wahyudi.

BACA JUGA: Oknum Guru PNS di Kebonpedes Sukabumi Diduga Cabuli Siswanya

Kasi Pidum Kejari Cibadak Yeriza Adhitya mengatakan, kasus narkoba cukup mendominasi dari kasus-kasus lainnya di wilayah hukum Kejari Cibadak. Kasus narkoba menempati urutan kedua setelah kasus pencabulan terhadap anak.

"Ini menyangkut tingkat kesadaran hukum masyarakat yang masih rendah. Makanya perlu ditekankan jangan pernah mendekati apalagi mencoba narkoba," tegasnya.

Reporter : SAEPUL RAMDANI
Redaktur : ANDRI S
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Direktur Pengembangan dan Niaga PT Indonesia Power Fahmi El Amruzi D meninggal karena Covid-19. Beliau tutup usia pada Selasa, 11 Agustus 2020. "Salah satu direksi PT Indonesia Power...

SUKABUMIUPDATE.com - Adnan Ibrahim, dokter spesialis penyakit dalam, meninggal dunia di usia 47 tahun karena Covid-19 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Mengutip Suara.com, Adnan merupakan dokter spesialis di Rumah Sakit...

Tamu Mang Koko Live - Bantuan Untuk Pekerja Bergaji Di Bawah 5 Juta, Siapa...

SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah informasi terkait penangguhan pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka pada tanggal 18 Agustus 2020 di Kota Sukabumi beredar menjadi pesan berantai di grup aplikasi...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya