Menu

Kamis, 15 November 2018, 13:26 WIB

Oknum Guru PNS di Kebonpedes Sukabumi Diduga Cabuli Siswanya

Mapolres Sukabumi Kota. | Sumber Foto:Herlan Heryadie

SUKABUMIUPDATE.com - Sejumlah orang tua siswa dari salah satu SDN di Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, mendatangi Mapolres Sukabumi Kota, untuk menindaklanjuti laporan dugaan tindakan pencabulan yang dilakukan seorang guru PNS berinisial U kepada siswanya.

U diduga melakukan perbuatan pencabulan terhadap banyak siswa dan kejadian ini berlangsung sudah lama.

Kejadian ini terungkap setelah seorang siswa melaporkan perbuatan U kepada orang tuanya belum lama ini. Kabar itu lalu menyebar ke orang tua lainnya. Sepekan kemudian, dugaan tindakan pencabulan tersebut dilaporkan ke Polsek Kebonpedes.

BACA JUGA: Siswi Kelas 1 SD Diduga Dicabuli Teman, DP3A Kabupaten Sukabumi Turun Tangan

"Katanya si anak itu suka dicium-ciumin pipi sama bibirnya. Terus dikenyot-kenyot. Kejadiannya ada yang di kelas, ada yang di WC. Awalnya anak-anak enggak ada yang bilang. Anak saya juga enggak bilang, tapi setelah ada satu yang cerita ke orang tua, akhirnya semua jadi tahu," ujar salah seorang orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya, Kamis (15//1/2018).

Menurut dia, saat ini ada lima orang anak yang menjadi korban. Diantaranya korban juga ada yang sudah lulus dari SDN tersebut dan setiap kelas ada korbannya. Pengakuan setiap korban sama, dicium bahkan ada yang sampai dimasukin lidahnya.

Semenjak mengetahui ada dugaan tindakan bejat tersebut, salah satu orang tua sempat melarang anaknya sekolah lantaran khawatir. Guru tersebut sempat meminta orang tua untuk menyelesaikan kasus secara kekeluargaan. Namun pihak orang tua siswa menolaknya dan membawa kasus ini ke ranah hukum.

Guru yang diduga melakukan perbuatan asusila itu diketahui sudah memiliki anak dan istri.

BACA JUGA: Kasus Pencabulan Siswa SD, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi: Disdik Harus Lakukan Evaluasi

"Guru PNS, umurnya 40 tahun lebih lah. Punya istri, punya anak. Terus katanya pernah terlibat kasus kriminal. Kalau terlibat kasus kriminal lagi, perjanjiannya siap dipecat," ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Kasatreskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Budi Nuryanto menyatakan masih memeriksa sejumlah korban dan saksi-saksi terkait kasusu tersebut.

"Sekarang sedang proses lidik. Ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Hasil pemeriksaan berikut tindak lanjut, nanti akan kami beritahukan kembali," singkat Budi.

Reporter : HERLAN HERYADIE
Redaktur : ANDRI S
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERKAIT

SUKABUMIUPDATE.com - Identitas mayat yang menggantung di kawasan hutan danau Talaga Warna, Kecamatan Nyalindung, Kabyupaten Sukabumi, Kamis (15/11/2018) terungkap. Ujang Maulana, dikenali keluarganya dari pakaian dan hanphone yang ditemukan...

SUKABUMIUPDATE.com - Identitas mayat membusuk yang ditemukan tergantung tali tak jauh dari Danau Talaga Warna, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (15/11/2018) akhirnya terungkap. Korban dikenali keluarganya dari jaket, kaos,...

SUKABUMIUPDATE.com - Nenti (45 tahun) yang melahirkan bayi lak-laki di sebuah pos ronda di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, akan dijemput pulang agar bisa berkumpul bersama keluarganya di...

SUKABUMIUPDATE.com - Identitas mayat yang ditemukan menggantung di pohon di hutan lindung Talaga warna, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, akhirnya terungkap, Kamis (15/11/2018). Diketahui identitas mayat tersebut adalah Ujang Maulana (30...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya