Menu

12 Apr 2018, 17:11 WIB

Hampir Tewas, Begini Penyesalan Korban Miras Oplosan di Palabuhanratu

Korban Miras Oplosan yang selamat dan sempat mendapat perawatan di RSUD Palabuhanratu. | Sumber Foto:Nandi

SUKABUMIUPDATE.com - Tujuh nyawa melayang usai menegak minuman keras (miras) oplosan di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Sejumlah korban lainnya berhasil diselamatkan, meskipun sempat meregang nyawa di rumah sakit.

Seperti yang dialami RK (25 tahun), salah satu korban miras oplosan yang selamat. Warga Gunung Sumping, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu itu sempat dirawat di IGD RSUD Palabuhanratu selama tiga hari.

BACA JUGA: Datang dengan kondisi Lemas, Korban Miras Oplosan di Palabuhanratu Jadi 24 Orang

Raut penyesalan masih nampak di wajah RK saat sukabumiupdate.com menyambangi rumah orang tuanya, Kamis (12/4/2018). Ia hanya duduk lemas, dengan raut muka yang masih sedih setelah tidak lama pulang dari RSUD Palabuhanratu.

RK trauma karena salah satu rekannya tewas dalam tragedi itu.

"Saat ini saya menyesal. Saya mau berhenti minum, tidak mau terulang untuk kedua kalinya," lirih RK.

RK minum bersama 8 orang temannya, Sabtu (7/4/2018) malam. Ia membeli tiga kantong miras oplosan di Jalan Siliwangi, untuk diminum di kontrakan teman.

Sebenarnya, RK sudah merasa curiga sejak awalnya. Pasalnya, miras oplosan yang Ia minum memiliki rasa yang berbeda dari biasanya. RK mengaku sudah terbiasa minum minuman beralkohol.

"Lama kelamaan terasa sakit di perut, kemudian terasa panas badan, dan sesak nafas. Saya langsung pulang kerumah dan langsung tidur," kata RK.

RK masih bisa menahan rasa sakitnya, setidaknya lebih dari satu hari. Namun, Ia harus dilarikan ke RS Palabuhanratu karena gejala yang dirasakan tak kunjung hilang, Senin (9/4/2018).

"Saya tidak tahu racikanya apa saja, soalnya setiap beli sudah langsung dikantongin. Sebelumnya pernah juga minum miras oplosan, tapi rasanya tidak seperti yang saya cobain kemarin," beber RK.

BACA JUGA: Sindikat Pembuat Miras Oplosan Maut Palabuhanratu Akhirnya Diringkus

Ia mengaku hanya meminum sedikit, tak lebih dari satu kantong. Namun, kepalanya langsung pusing tak lama setelah minum.

"Rasanya beda, ada bau lem juga," kata RK.

"Begitu kejadian mau muntah, terasa di panas tenggorokan. Buat teman-teman, jangan sampai minum miras oplosan saya aja bener bener menyesal," pungkas RK.

Reporter : NANDI
Redaktur : MULVI MN
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Beberapa waktu lalu, sempat beredar kabar bahwa obat antivirus HIV bisa digunakan untuk pasien Covid-19. Dilansir dari suara.com, hal ini membuat masyarakat mencari tahu lebih dalam tentang...

SUKABUMIUPDATE.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil alias Kang Emil kembali menjalani tes swab Covid-19 untuk ketiga kalinya. Dilansir dari suara.com, hal tersebut dilakukan seusai mengetahui kabar almarhum Kepala Dinas...

SUKABUMIUPDATE.com - Ketimpangan kepemilikan, penguasaan maupun pengelolaan lahan sudah sejak lama menjadi permasalahan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sukabumi. Ketimpangan tersebut tidak hanya menciptakan kesenjangan kesejahteraan, namun menimbulkan konflik...

SUKABUMIUPDATE.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran bedah rumah Rp 243,28 miliar untuk 13.902 unit rumah tidak layak huni di Provinsi Jawa Barat. "Kami siap melaksanakan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya