//
Menu

15 Okt 2020, 16:20 WIB

Kabupaten Sukabumi Penyumbang Ekspor Kopi Java Preanger Terbesar di Jabar

Pelepasan ekspor kopi Java Preanger Jabarano ke Australia oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Gedung Sate. Kopi yang diekspor ini salah satunya dari Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Kabupaten Sukabumi saat ini masuk sebagai salah satu daerah yang mengekspor kopi Java Preanger ke mancanegara. Kopi dari Sukabumi ini sudah tembus ekspornya ke beberapa negara dan yang terbaru ini ke Australia.

Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Komoditas Perkebunan (P2HP) Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi, Sostenes mengatakan baru baru ini pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengekspor 16 ton kopi Java Preanger ke Australia pada Jumat (9/10/2020).

"Java Preanger itu nama kopi iconik Jawa Barat, untuk jenis kopinya sendiri Arabica kemarin pak Gubernur Jabar, Ridwan Kamil langsung yang melepas ekspornya di Gedung Sate, Bandung," ujarnya, Kamis (15/10/2020).

BACA JUGA: Ngopi di Kedai Sukakopi Sundawenang Sukabumi, Nyalakan Bel Jam Berapapun Dilayani

Dijelaskan Sostenes, Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu daerah penghasil kopi terbaik tersebut. Bahkan sebanyak 5 ton dari 16 ton kopi yang diekspor ke Australia tersebut berasal dari Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA: Es Kopi Racikan Warga Sukabumi Ini Dijamin Segar, Untuk Mengisi Hampa Hatimu!

"Sampai bulan Oktober 2020 ini, provinsi Jawa Barat telah empat kali melakukan ekspor kopi Java Preanger ke luar negeri," jelasnya.

"Bulan Januari ke Amerika, Agustus ke Belgia, September ke Selandia Baru, dan Oktober ini baru pertama kali ekspor ke Australia, dan saat inipun sudah permintaan dari Arab Saudi," imbuhnya.

BACA JUGA: Kenalan Dengan Kopi Lokal Sukabumi di Kedai Palagan Bojongkokosan Parungkuda

Sementara itu, Kepala Seksie Produksi Perkebunan, Adni menyatakan di Kabupaten Sukabumi terdapat 1.086 hektar  kebun kopi yang tersebar di Kecamatan Gegerbitung, Ngalindung, Sukaraja, Kadudampit, dan Kabandungan. "Ada tiga kecamatan lagi yang saat ini akan menjadi  penyangga, Cisolok, Cireunghas, dan Purabaya," ungkapnya.

Menurut Adni, potensi sekali panen dari kebun kopi seluas 1 hektare mencapai  6 hingga 10 ton kopi yang masih berkulit dan setelah melalui beberapa proses, jumlah tersebut menyusut hingga mencapai 2 ton kopi siap konsumsi.

"Semoga ke depan, produksi kopi di Kabupaten Sukabumi semakin meningkat dan menjadi penyumbang ekspor terbesar di Jabar," pungkasnya.

Ingat pesan ibu: Wajib 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun). Redaksi sukabumiupdate.com mengajak seluruh pembaca untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di setiap kegiatan.

 

Reporter : NANDI
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi Ferry Gustaman mengatakan, memasuki masa tenang pilkada serentak 2020 ini pihaknya akan melakukan pemusnahan surat suara yang rusak. Ferry menuturkan, format...

SUKABUMIUPDATE.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan alias OTT pejabat di Kementerian Sosial. "KPK telah melakukan tangkap tangan terhadap PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) pada Program Bansos Kemensos,"...

  SUKABUMIUPDATE.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi mengkonfirmasi adanya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang reaktif berdasarkan hasil rapid test yang difasilitasi KPU. "Petugas KPPS difasilitasi oleh KPU...

SUKABUMIUPDATE.com - Pelayanan di Puskesmas Cikidang Kabupaten Sukabumi sementara ini dibatasi dengan melakukan pengurangan jam operasional. Hal itu menyusul ditemukannya pegawai puskesmas yang terkonfirmasi positif Covid-19. "Pelayanan gak ditutup ya,...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya