Light Dark

Pendapatan Melorot, Pedagang Pakaian Cimol di Sukabumi Pilih Tutup

Bisnis | 07 Apr 2020, 12:17 WIB

Pendapatan Melorot, Pedagang Pakaian Cimol di Sukabumi Pilih Tutup

Bisnis | 07 Apr 2020, 12:17 WIB
Sebagai pedagang baju bekas atau cimol di Kota Sukabumi memilih tutup sementara waktu, karena minimnya pembeli dampak dari Virus Corona. | GARIS

SUKABUMIUPDATE.com - Pedagang baju bekas atau cimol di kota sukabumi, mengeluhkan dampak dari wabah Virus Corona atau Covid-19 terhadap pendapatan harian. Sebagian pedagang memilih menutup sementara usahanya, karena pembeli setiap saat terus berkurang.

"Menurun drastis selama tiga minggu ini, sejak ramai ada virus corona. Bahkan teman-teman pedagang lainnya pilih ditutup sementara, karena untuk menjual satu baju saja sulit," kata salah seorang pedagang cimol, di Pasar Lettu Bakri, kota sukabumi, Dudi (48 tahun) kepada sukabumiupdate.com, Selasa (7/4/2020).

Sebelum ramai Pandemi Covid-19, kata Dudi pendapatan selama sehari bisa mencapai Rp 1 Juta. Tetapi sejak Virus Corona ini mewabah penjualannya semakin merosot.

BACA JUGA: Jeritan Ojek Pangkalan, Dampak Pengalihan Arus Jalan Bhayangkara kota sukabumi

"Paling Rp. 100 ribu, itu juga belum termasuk pengeluaran, seperti makan, kopi, dan lainnya. Jual beberapa baju saja sudah beruntung," ucapnya.

Dudi mengaku, terpaksa berjualan di tengah-tengah wabah Covid-19 ini, demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meskipun ada rasa khawatir dengan kondisi seperti sekarang ini. " Kalau gak jualan tidak ada penghasilan lain," imbuhnya.

Baju-baju bekas yang dijualnya itu, Dudi menjelaskan berasal dari Korea dan Jepang dan telah jauh-jauh hari dibelinya sebelum Pandemi ini mewabah. "Saya sudah berjualan cimol 20 tahun. Tidak berpengaruh ke baju, kalaupun ada virusnya pasti yang terkena pedagang dulu. Insya Allah aman," tandasnya. 

 

Image

Fit NW

Redaktur

Image

GARIS

Reporter