Light Dark

Kejar Stok Pangan Ditengah Situasi Corona, Distan Sukabumi Target 814 Ribu Ton Panen Padi

Bisnis | 01 Apr 2020, 06:15 WIB

Kejar Stok Pangan Ditengah Situasi Corona, Distan Sukabumi Target 814 Ribu Ton Panen Padi

Bisnis | 01 Apr 2020, 06:15 WIB
Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi dengan kelompok tani melakukan tanam padi di Desa Bantargebang, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Senin (30/3/2020) lalu. | ISTIMEWA

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi, gencar melakukan Gerakan Menyisir Peluang Tanam. Hal itu untuk mencapai target tanam dan panen padi di tahun 2020 ini.    

BACA JUGA: Distan Kejar Target 83 Ribu Hektare Luas Tanam Padi di Kabupaten Sukabumi

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sudrajat, mengatakan terus melakukan penyisiran untuk mencari peluang menanam padi untuk masa tanam Oktober 2019-Maret 2020 (OKMAR). Kali ini, percepatan Tanam Padi dilakukan di Kelompok Tani Karya Bhakti, Desa Bantargebang, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi.

"Poktan Karya Bhakti mengelola sekitar 80 hektare sawah di Bantargadung. Percepatan tanam terus kami lakukan, mengingat ada capaian yang harus diraih. Baik itu luas lahan tanam maupun hasil panennya nanti," ungkap Sudrajat kepada sukabumiupdate.com, Selasa (31/3/20).

Ia menjelaskan, masa tanam padi, baik sawah maupun ladang, terbagi dalam dua periode, yakni Oktober-Maret dan April-September dalam satu tahun. "OKMAR sudah selesai kami lakukan dan dilanjutkan dengan masa tanam April hingga September nanti," jelasnya.

BACA JUGA: Kebun Manggis Bertambah, Distan Sukabumi Target Kenaikan Ekspor Hingga 9 Ribu Ton

Adapun target luas Tanam Padi di Kabupaten Sukabumi mencapai 164.626 hektare untuk tahun 2020, terdiri dari 139.955 hektare padi sawah dan 24.671 hektare padi ladang. "Untuk padi sawah, kami menargetkan panen sebanyak 732.700 ton. Padi ladang sebanyak 81.419 ton. Sehingga total target panen padi tahun ini adalah 814.120 ton. Insya Allah tercapai," terangnya.

Untuk melakukan antisipasi gagal panen atau puso, Sudrajat meminta para petani mengasuransikan tanaman padinya."Silakan hubungi penyuluh masing-masing untuk asuransi ini, antisipasi seandainya puso. Maka akan mendapatkan ganti rugi dari pemerintah," pungkasnya.

Image

Redaktur

Image

NANDI

Reporter

Image

Reporter