Menu

Rabu, 13 November 2019, 10:30 WIB

Agen e-Warong Sukabumi Diarahkan ke Suplier Tertentu? Bulog: Ada Penataan Distribusi

Ilustrasi BPNT. | Sumber Foto:Budiono

SUKABUMIUPDATE.com - Salah seorang agen e-Warong asal Kabupaten Sukabumi yang enggan disebutkan namanya mengaku dibuat bingung setelah mendapat surat dari Badan Urusan Logistik (Bulog). Surat itu mengharuskan dirinya menyuplai Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari penyalur tertentu.

BACA JUGA: Kasus BPNT di Kabupaten Sukabumi Mandek di BPKP

Ia menyebut, sebelumnya ia terbiasa mendapat pasokan BPNT berupa beras dari manapun yang memenuhi kriteria dan standar Pedoman Umum (Pedum).

"Beberapa bulan ini saya bingung, banyak tekanan dan penunjukan ke beberapa suplier yang tidak saya kenal. Katanya ada surat penunjukan dari Bulog," kata LC kepada sukabumiupdate.com, Selasa (12/11/2019).

BACA JUGA: Kasus BPNT, Kejari Kabupaten Sukabumi Tak Bisa Tergesa-gesa

Ia menegaskan, selama ini dirinya sudah terbiasa belanja pasokan BPNT tanpa paksaan ataupun penunjukan. "Kemarin ramai agen mesti ke Bulog, sekarang ramai lagi ada penunjukan ke suplier yang tidak saya kenal," lanjutnya.

Dia juga mengaku sering dipaksa mengambil beras meski tidak memesan sebelumnya. Beras tersebut disalurkan melalui kepala desa. "Ada kasusnya di tempat lain. Beras tanpa PO (Purchasing Order) agen, tapi sudah di drop di desa. Kami inginnya aman dan tenang. Agen ingin suplier yang memang sudah bersosialisasi dan sudah berjalan, serta yang dipercaya," ujarnya.

BACA JUGA: Belum Ada Tersangka Baru Kasus BPNT, Ini Kata Kajari Kabupaten Sukabumi

Saat dikonfirmasi, Kepala Cabang Bulog Cianjur Agus Siswantoro membantah tudingan tersebut. Ia memaparkan, surat itu tidak bersifat memaksa dan mengarahkan agen kepada suplier tertentu. Sebaliknya, surat tersebut justru diterbitkan untuk mengontrol pola distribusi supaya lebih tertata.

"Kita justru sedang melakukan pembenahan. Bulog disini posisinya sebagai manajer suplier, artinya kita melakukan penataan agar pola distribusi lebih tertata. Tidak ada tumpang tindih antar suplier. Ini pasar bebas. Bahkan KPM berhak memilih dari mana ia ingin memperoleh pasokan beras BPNT yang berkualitas. Tidak ada unsur paksaan. Tapi karena sudah menimbulkan polemik, surat akan segera kami batalkan," singkatnya.

Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com  - Kelompok aktivis perlindungan hewan mengatakan banyak kucing di Cina direbus dan dikuliti untuk diambil bulu mereka oleh pelaku industri bulu. Unggahan Facebook organisasi nirlaba Anti-Fur Society pada 1...

SUKABUMIUPDATE.com - Polsek Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur, membekuk Mantan Kepala Dusun Bunder, Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, berinisial AH. Pria 57 tahun itu diduga menyodomi karyawannya yang masih di...

SUKABUMIUPDATE.com - Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menangkap Jafar Shodik Alattas pada Kamis, 5 Desember 2019 dini hari di kediamannya di Cimanggis, Depok. Jafar ditangkap karena...

SUKABUMIUPDATE.com  -  Kontingen Indonesia mendapat tambahan 10 medali emas pada hari kelima penyelenggaraan SEA Games 2019, Kamis (5/12). Hal ini membuat Indonesia telah mengoleksi 27 emas. Medali emas Indonesia pada...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya