Menu

Sabtu, 13 April 2019, 15:57 WIB

Dibalik Renyahnya, Ini Dia Proses Produksi Enye Singkong KWT Rizki Tani Surade Sukabumi

Enye singkong yang diproduksi KWT Rizki Tani ini cukup laris sebab dibuat dengan bahan baku dan bumbu berkualitas. | Sumber Foto:Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Enye makanan ringan berbahan baku singkong menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Rizki Tani Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.

Enye singkong yang diproduksi KWT Rizki Tani ini cukup laris sebab dibuat dengan bahan baku dan bumbu berkualitas.

BACA JUGA: Beragam Manfaat Dari Singkong

"Kami membuat makanan tersebut sudah cukup lama, awalnya hanya sebatas dikonsumsi untuk pribadi. Baru pada tahun 2013 dibentuk kelompok beranggotakan 20 orang dengan berbagai usaha hasil pertanian termasuk mengolah singkong," kata ketua KWT Tani Rizki Tani Desa Sukatani Tutilawati (43 tahun), kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (13/4/2019).

Tuti menuturkan, bahan baku yang digunakan merupakan hasil pertanian di Desa Sukatani. Adapun enye yang dibuat berbahan baku singkong jenis manggu agar menghasilkan enye yang renyah.

"Kalau masalah proses pembuatannya cukup gampang pertama pilih bahan baku singkong lalu dikupas kulitnya sesudah itu dicuci bersih. Langkah selanjutnya dihaluskan dengan cara diparut atau digiling baru dicetak diatas daun atau alas lainnya. Barulah dikukus. Setelah itu dijemur sampai kering sampai kadar airnya hilang," ujar Tuti.

Dalam proses pembuatan enye ini, hanya satu kendalanya yaitu hujan. Sebab adonan enye yang telah dicetak berberuk bundar harus dijemur dibawah terik matahari untuk menghilangkan kadar airnya.

Hanya saja, Tuti enggan membuka rahasia racikan bumbunya. "Untuk komposisi penyedap rasa dan bumbunya kami punya resep tertentu, sehingga lebih renyah dan gurih," ujarnya.

BACA JUGA: Rajanya Singkong Keju Hadir di Cicurug Sukabumi

Menurut Tuti, dari mulai pengolahan dan kemasan KWT yang mengerjakan sedangkan untuk pemasaran dikelola oleh Gapoktan. 

Untuk saat ini produksi baru mencapai 100 kilogram perhari, itu pun hanya melayani pesanan dari pedagang di Pasar Surade. Kecuali kalau ada acara pemerintahan atau buat oleh-oleh bisa diproduksi lebih. Untuk harga Rp 30 ribu per kilogram yang mentah sedangkan yang sudah matang Rp 50 ribu per kilogram. Sedangkan untuk rasa, ada original, gurih dan sedikit pedas. Lalu apabila ada pesanan dengan rasa berbeda, KWT Rizki Tani akan melayaninya.

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : ANDRI S
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Dian Rosdiana (42 tahun), perempuan asal Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, yang merupakan pengemudi ojek online ini mengalami luka di bagian kaki kanan, tangan, dan wajahnya.  Dian...

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat mendatangi Desa Wisata Hanjeli, di Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, Jumat (12/4/2019). Dispar Provinsi Jabar juga mengajak serta...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya